‎Musim Kemarau Mengancam, Wabup Bojonegoro Perkuat HIPPAM dan Distribusi Air

BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026.

‎Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pembinaan HIPPAM dan Mitigasi Dampak Kekeringan yang digelar di Ruang Angling Dharma, Rabu (6/5/2026).

‎Kegiatan diikuti camat, kepala desa, pengurus HIPPAM, PDAM, serta sejumlah instansi terkait.

‎Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa kebutuhan air bersih menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

‎Apalagi, tahun ini diprediksi terjadi fenomena El Nino yang berpotensi memicu kemarau lebih panjang dan ekstrem.

‎Karena itu, pemerintah mulai memetakan wilayah prioritas rawan kekeringan.

‎“Masalah air adalah masalah vital. Musim kemarau diprediksi mulai Mei dan puncaknya bisa terjadi secara ekstrem pada Agustus hingga September,” ujar Nurul Azizah.

‎Berdasarkan data Dinas PU Cipta Karya, terdapat 73 desa di 20 kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan.

‎Pemkab bersama BPBD kini melakukan penyisiran untuk mengetahui kebutuhan teknis dan pola distribusi air bersih di wilayah terdampak.

‎Kepala Dinas PU Cipta Karya Bojonegoro Satito Hadi mengatakan pengelola HIPPAM memiliki peran penting dalam menjaga layanan air bersih masyarakat desa.

‎Karena itu, penguatan kapasitas kelembagaan dan mitigasi kekeringan menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut.

‎“Kami sisir satu per satu kendala dan kesiapan pengelola HIPPAM agar masyarakat tidak mengalami kesulitan air saat musim kemarau nanti,” tegas Satito Hadi.

‎Melalui sinergi pemerintah daerah, desa, dan pengelola HIPPAM, dampak kekeringan di Bojonegoro diharapkan dapat ditekan sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *