‎May Day Humanis di Bojonegoro, Wabup Perkuat Kolaborasi Buruh dan Pengusaha

BOJONEGOROtimes.Id – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kabupaten Bojonegoro berlangsung dengan nuansa berbeda pada Jumat (1/5/2026).

‎Momentum tahunan tersebut tidak diwarnai aksi turun jalan, melainkan menjadi ruang mempererat hubungan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah daerah.

‎Kegiatan dipusatkan di halaman Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro dengan suasana penuh kebersamaan.

‎Kehangatan antar unsur ketenagakerjaan tampak mewarnai jalannya acara sejak awal hingga selesai.

‎Sebanyak 170 peserta hadir dalam kegiatan tersebut yang terdiri dari serikat pekerja, kalangan pengusaha, hingga komunitas pengemudi ojek online.

‎Kehadiran para ojol menunjukkan bahwa sektor kerja informal kini menjadi bagian penting dalam perkembangan dunia ketenagakerjaan modern.

‎Seluruh peserta tampak membangun komunikasi secara terbuka demi menciptakan hubungan industrial yang semakin sehat.

‎Peringatan May Day tahun ini pun menjadi simbol kuatnya kolaborasi tripartit di Bojonegoro.

‎Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menilai kondisi hubungan industrial di wilayahnya terus menunjukkan perkembangan positif.

‎Hal tersebut terlihat dari semakin menurunnya angka perselisihan ketenagakerjaan dalam beberapa tahun terakhir.

‎Selain itu, perlindungan terhadap pekerja juga dinilai semakin baik melalui peningkatan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

‎Situasi tersebut menjadi tanda bahwa komunikasi antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah berjalan semakin efektif.

‎Berbagai kegiatan sosial turut memeriahkan peringatan Hari Buruh tahun ini.

‎Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, operasi pasar murah, bazaar UMKM, hingga stand penjualan telur Gayatri.

‎Selain itu juga dilakukan penyerahan simbolis klaim BPJS Ketenagakerjaan dan legalisasi organisasi komunitas ojol beserta akta notarisnya.

‎Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan para pekerja.

‎Dalam forum dialog, para pekerja menyampaikan enam poin aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

‎Aspirasi tersebut meliputi jaminan kepastian kerja dan penolakan terhadap pemutusan hubungan kerja atau PHK.

‎Selain itu, pekerja juga meminta peningkatan upah agar mampu bersaing dengan daerah sekitar seperti Tuban dan Lamongan.

‎Isu pemberantasan rokok ilegal serta evaluasi Perda Kawasan Tanpa Rokok juga menjadi perhatian para buruh.

‎Tidak hanya itu, para pekerja juga mendorong revisi aturan jaminan pensiun dalam PP Nomor 45 Tahun 2015.

‎Mereka berharap adanya penyesuaian terkait usia penerima manfaat serta percepatan pencairan bantuan langsung tunai bagi buruh.

‎Aspirasi tersebut disampaikan sebagai bentuk harapan pekerja terhadap perlindungan dan kesejahteraan yang lebih baik.

‎Pemerintah daerah pun diminta terus hadir dalam menjawab tantangan ekonomi yang dihadapi pekerja saat ini.

‎Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan apresiasinya atas suasana kondusif dalam peringatan May Day 2026.

‎Menurutnya, Hari Buruh seharusnya menjadi ruang dialog yang menghasilkan solusi nyata bagi seluruh pihak.

‎Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang telah disampaikan para pekerja.

‎“Kami berkomitmen menjaga sinergi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha agar tercipta hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan,” ujar Nurul Azizah.

‎Semangat kebersamaan dalam tema “Merajut Harmoni, Menjemput Sejahtera” benar-benar terasa sepanjang kegiatan berlangsung.

‎Kolaborasi yang telah terjalin diharapkan mampu menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan industri yang berdaya saing.

‎Di sisi lain, kesejahteraan pekerja juga tetap menjadi perhatian utama dalam pembangunan daerah.

‎Dengan semangat bersama, Bojonegoro optimistis melangkah menuju masa depan yang lebih adil dan sejahtera bagi semua pihak. (Prokopim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *