‎Rakercab Pramuka, Wabup Bojonegoro Tekankan Peran Pemuda Hadapi Tantangan Global

BOJONEGOROtimea.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mengoptimalkan peran Gerakan Pramuka dalam mendukung pembangunan sosial pada tahun 2026.

‎Komitmen ini disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat menghadiri Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Pramuka.

‎Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Kwartir Cabang serta pengurus Pramuka se-Kabupaten Bojonegoro.

Acara berlangsung pada Kamis, 16 April 2026, di Gedung Lemdikacab Bojonegoro.

‎Dalam forum itu, Pramuka dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung program pembangunan daerah.

‎Keterlibatan generasi muda dianggap menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

‎Dalam sambutannya, Nurul Azizah yang juga menjabat Ketua Kwarcab Pramuka Bojonegoro menyampaikan apresiasi atas kiprah Pramuka selama ini.

‎Ia menilai organisasi tersebut mampu membentuk karakter generasi muda yang kuat dan disiplin.

‎Menurutnya, nilai-nilai kepramukaan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan zaman.

‎“Pramuka telah menunjukkan peran strategis dalam membangun generasi yang tangguh, disiplin, dan berdaya saing,” ujarnya.

‎Ia berharap semangat tersebut terus dijaga dan ditingkatkan ke depannya.

‎Selain itu, Wabup juga mengungkapkan adanya dukungan pembiayaan kegiatan Pramuka dari berbagai kwartir ranting.

‎Total bantuan yang terkumpul mencapai puluhan juta rupiah.

‎Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk menunjang operasional dan pembinaan anggota Pramuka.

‎Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat gerakan kepramukaan di daerah.

‎Dukungan finansial ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kegiatan Pramuka.

‎Lebih lanjut, Nurul Azizah memaparkan sejumlah fokus pembangunan Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2026.

‎Salah satunya adalah peningkatan akses pendidikan untuk menekan angka anak tidak sekolah.

‎Saat ini, jumlah anak usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan masih sekitar 5.610 orang.

‎“Peningkatan akses pendidikan menjadi prioritas utama agar tidak ada lagi anak yang tertinggal,” tegasnya.

‎Upaya ini dilakukan melalui berbagai program yang melibatkan banyak pihak.

‎Pemerintah daerah juga tengah mempercepat sertifikasi tanah aset guna mendukung kepastian hukum dan kelancaran pembangunan.

‎Selain itu, perbaikan rumah tidak layak huni menjadi perhatian serius.

‎Tercatat sekitar 7.529 rumah masih membutuhkan peningkatan kualitas.

‎Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

‎Perbaikan infrastruktur dasar menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan.

‎Tidak hanya itu, pemenuhan akses listrik bagi masyarakat juga menjadi agenda prioritas.

‎Pendataan terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga mendapatkan layanan yang layak.

‎Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam merealisasikan program tersebut.

‎Pemerintah mengajak semua pihak untuk turut serta dalam upaya ini.

‎Keterlibatan masyarakat dinilai sangat penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan.

‎Dalam kesempatan tersebut, Pramuka didorong untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

‎Di antaranya pendataan masyarakat, gotong royong perbaikan rumah, serta edukasi lingkungan.

‎Keterlibatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

‎“Pramuka harus hadir di tengah masyarakat sebagai solusi dan penggerak perubahan,” ungkapnya.

‎Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan program.

‎Menjelang penutupan acara, Nurul Azizah juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika global.

‎Ia menyinggung dampak geopolitik yang berpotensi mempengaruhi harga kebutuhan pokok.

‎Kondisi tersebut harus diantisipasi sejak dini oleh masyarakat.

‎Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memperkuat kemandirian pangan.

‎Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi solusi sederhana namun efektif.

‎Melalui sinergi antara pemerintah dan Gerakan Pramuka, pembangunan di Bojonegoro diharapkan berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.

‎Generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan daerah.

‎Kolaborasi ini diyakini mampu mempercepat pencapaian target pembangunan.

‎Selain itu, Pramuka diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

‎Dengan semangat kebersamaan, Bojonegoro optimistis menghadapi berbagai tantangan ke depan. (Prokopim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *