BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait laporan keuangan dan Rapat Anggota Tahunan (RAT), Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini diikuti pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Kabupaten Bojonegoro.
Acara berlangsung di Pendopo Malowopati dengan tujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia koperasi.
Fokus utama kegiatan ini adalah mendorong tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Langkah ini juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi berbasis desa yang berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Bojonegoro, Muhammad Ahmadi, mengungkapkan capaian signifikan dalam aspek kelembagaan koperasi.
Seluruh KDKMP di Bojonegoro, sebanyak 430 unit, telah mengantongi badan hukum, NPWP, serta Nomor Induk Koperasi.
Selain itu, 363 koperasi atau sekitar 84,4 persen telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Sementara itu, sebanyak 310 koperasi tercatat telah melaporkan RAT melalui sistem Sibkopdes.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa pembentukan KDKMP merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah pusat.
Program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui sistem gotong royong.
“KDKMP diharapkan mampu memotong rantai distribusi yang panjang sehingga harga kebutuhan lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keuntungan koperasi diharapkan dapat kembali dirasakan langsung oleh para anggota.
Nurul Azizah juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh terhadap operasional koperasi.
Salah satunya dengan menempatkan tenaga pendamping dari PPPK di seluruh KDKMP.
Pendamping ini diharapkan mampu memastikan pengelolaan koperasi berjalan optimal.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan program.
Kabupaten Bojonegoro juga tengah bersiap menghadapi agenda peluncuran nasional KDKMP.
Sebanyak 22 koperasi ditargetkan siap untuk ikut dalam launching 1.000 KDKMP oleh Presiden pada 18 Mei mendatang.
Selanjutnya, pemerintah pusat menargetkan peluncuran 50.000 koperasi secara nasional pada 17 Agustus 2026.
Momentum ini menjadi peluang besar bagi Bojonegoro untuk menunjukkan kesiapan daerah.
Dari sisi pembangunan fisik, Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menjelaskan progres yang terus berjalan.
Sebanyak 130 titik koperasi telah selesai dibangun sepenuhnya.
Sementara itu, 391 desa masih dalam tahap pengerjaan konstruksi.
Upaya percepatan terus dilakukan agar seluruh target dapat tercapai tepat waktu.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah kendala di lapangan yang perlu diselesaikan.
Sebanyak 39 titik belum memulai pembangunan akibat persoalan lahan.
Kendala tersebut meliputi status Lahan Sawah Dilindungi (LSD), luas lahan yang belum memenuhi standar, serta administrasi aset.
Pemerintah terus berupaya mencari solusi agar pembangunan dapat segera berjalan.
Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan koperasi desa.
Ia menekankan pentingnya pelatihan lanjutan bagi pengurus koperasi di tingkat mikro.
Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci keberhasilan koperasi.
“Pelatihan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar pengurus mampu mengelola koperasi secara maksimal,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Bimtek ini, diharapkan seluruh pengurus koperasi memiliki integritas dan semangat kewirausahaan.
Koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi juga mampu berkembang secara berkelanjutan.
Peran aktif pengurus menjadi faktor penting dalam memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat desa.
Dengan sinergi semua pihak, koperasi di Bojonegoro diharapkan semakin kuat dan berdampak luas. (Prokopim)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,