BOJONEGOROtimes.Id – Program Kolam Lele Keluarga (KOLEGA) Pemkab Bojonegoro mulai menunjukkan hasil konkret di masyarakat.
Salah satu penerima manfaat, Didik Sugianto dari Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu, berhasil mengembangkan budidaya lele secara konsisten.
Kolam yang dikelolanya kini telah memasuki panen ketiga dengan hasil yang stabil.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa bantuan kecil bisa berdampak besar bila dikelola dengan serius.
Dari 250 benih yang ditebar, Didik mampu menghasilkan sekitar 150 hingga 200 ekor lele siap konsumsi per kolam.
Selain untuk dijual, hasil panen juga dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga dan dibagikan kepada warga sekitar.
“Hasil panen ini selain dijual untuk menambah penghasilan, juga kami bagikan kepada tetangga sekitar dan dikonsumsi sendiri,” ujarnya.
Pendekatan ini menunjukkan nilai sosial yang turut tumbuh dari program tersebut.
Meski demikian, Didik mengungkapkan tantangan terbesar ada pada pemasaran hasil panen.
Produksi yang terbatas sempat menyulitkannya menembus pasar yang lebih luas.
Ia kemudian mencari solusi dengan menjalin kerja sama bersama pedagang lesehan lokal.
Dalam waktu sekitar 2,5 hingga 3 bulan, lele sudah siap panen dengan ukuran ideal yang diminati pasar.
Ke depan, Didik berharap program KOLEGA tidak hanya fokus pada bantuan benih, tetapi juga dukungan pemasaran.
Ia menyarankan adanya pemetaan pasar sejak awal agar peternak tidak kesulitan saat panen.
Selain itu, keterlibatan Tim Penggerak PKK dinilai penting untuk mendukung pengolahan dan distribusi hasil.
Menurutnya, kolaborasi ini bisa memperkuat dampak ekonomi program secara berkelanjutan. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,