BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) edisi ke-18 di Kecamatan Kalitidu, Selasa (14/4/2026).
Program ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi serta menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.
GPM juga diharapkan mampu membantu warga mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaan GPM kali ini, berbagai komoditas penting disediakan dengan harga di bawah pasar.
Mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, bawang merah, bawang putih hingga telur ayam dijual dengan selisih harga yang cukup signifikan.
Kehadiran pasar murah ini menjadi solusi bagi warga saat harga pangan mengalami fluktuasi.
Selain itu, program ini juga bertujuan menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.
Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengatakan bahwa GPM di Kalitidu merupakan agenda ke-18 dari target 31 kali pelaksanaan sepanjang tahun 2026.
Menurutnya, program ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus melindungi daya beli warga.
“Ini bukti pemerintah daerah hadir langsung melakukan intervensi pasar agar stok aman dan harga tetap terkendali,” ujarnya.
Zaenal menambahkan, lokasi GPM dipilih secara bergilir dengan mempertimbangkan wilayah strategis maupun daerah yang mengalami tren kenaikan harga bahan pokok.
Dengan pelaksanaan yang rutin dan merata, Pemkab Bojonegoro berharap dapat mengendalikan ekspektasi inflasi di tingkat konsumen.
“Target kami 31 kali pelaksanaan tahun ini agar manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,