LAMONGAN – Perayaan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 berlangsung semarak dan dipenuhi antusiasme masyarakat dari berbagai wilayah.
Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang pusat Kota Lamongan untuk menyaksikan Kirab Budaya dan Pasamuan Agung, Selasa (26/5/2026).
Kemeriahan mulai terasa sejak pagi hari dengan hadirnya berbagai pertunjukan seni tradisional khas daerah.
Masyarakat tampak menikmati setiap penampilan yang ditampilkan dalam agenda tahunan tersebut.
Kirab budaya menghadirkan beragam atraksi seni daerah, musik tradisional, hingga parade busana adat dari sejumlah kecamatan di Lamongan.
Penampilan peserta kirab berhasil menyita perhatian warga yang memadati sisi jalan sepanjang rute acara berlangsung.
Tidak sedikit masyarakat yang rela berdiri berjam-jam demi menyaksikan langsung kemeriahan peringatan HJL tahun ini.
Suasana penuh kebersamaan dan rasa bangga terhadap budaya lokal begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Ketua DPRD Lamongan M. Fredy Wahyudi, SE, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat.
Hadir pula Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo dan Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman.
Kehadiran para pimpinan daerah semakin menambah semangat masyarakat yang mengikuti jalannya kirab budaya.
Warga terlihat antusias menyambut rombongan pejabat yang hadir dalam peringatan HJL ke-457 tersebut.
Ketua DPRD Lamongan M. Fredy Wahyudi mengatakan, budaya memiliki peran penting dalam menjaga persatuan masyarakat di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, Kirab Budaya bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan bagian dari upaya menjaga identitas daerah.
“Kirab budaya ini menjadi simbol kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan warga Lamongan,” ujar Fredy Wahyudi.
Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang ikut memeriahkan HJL tahun ini.
Fredy menilai keterlibatan generasi muda dalam berbagai penampilan budaya menjadi bukti tradisi lokal masih mendapat tempat di hati masyarakat.
Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan budaya daerah agar tetap lestari di masa mendatang.
Menurutnya, pelestarian budaya harus terus didorong melalui kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Dengan demikian, nilai-nilai kebersamaan dan identitas daerah dapat terus terjaga.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya.
Ia menyebut kemajuan Lamongan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik maupun infrastruktur semata.
“Lamongan akan terus berkembang dengan kekuatan budaya, persatuan, dan semangat masyarakatnya. Tradisi yang diwariskan leluhur menjadi fondasi penting untuk menatap masa depan yang lebih maju,” kata Yuhronur Efendi.
Menurutnya, Hari Jadi Lamongan ke-457 menjadi momentum memperkuat rasa memiliki terhadap daerah.
Usai kirab budaya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Pasamuan Agung yang berlangsung khidmat dan penuh makna.
Agenda tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang Kabupaten Lamongan dalam membangun daerah dengan semangat kebersamaan.
Peringatan HJL ke-457 juga menjadi simbol persatuan masyarakat dalam menjaga budaya sekaligus mendukung kemajuan daerah.
Semangat gotong royong dan kecintaan terhadap tradisi diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat Lamongan. (Az)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,