SURABAYA – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmen memperkuat sinergi pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2027 yang digelar di Hall Shangri-La Hotel Surabaya, Selasa (14/4/2026).
Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyusun prioritas pembangunan yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi fondasi utama dalam menjawab tantangan pembangunan ke depan.
Dalam pembahasan Musrenbang, Pemprov Jatim menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dipisahkan dari agenda pembangunan nasional.
Karena itu, kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat perlu terus diperkuat.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas kesejahteraan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan mutu layanan dasar.
Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian utama dalam perencanaan tahun mendatang.
Sejumlah indikator pembangunan Jawa Timur menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Tingkat pengangguran mengalami penurunan, pemerataan pendapatan masyarakat semakin membaik, dan sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Jawa Timur juga tercatat sebagai provinsi dengan populasi ternak terbesar di Indonesia.
Kondisi ini dinilai memperkuat peran Jatim dalam menjaga ketahanan sekaligus kedaulatan pangan nasional.
Kepala Bappenas Rachmat Pambudi menyampaikan apresiasinya terhadap capaian pembangunan Jawa Timur yang dinilai konsisten menjaga stabilitas ekonomi.
Menurutnya, kontribusi Jawa Timur sangat penting dalam menopang pertumbuhan nasional di tengah tantangan global.
Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, pertumbuhan ekonomi nasional ditargetkan berada di kisaran 6,4 hingga 7 persen.
Target tersebut membutuhkan peran aktif daerah sebagai motor penggerak utama.
“Jawa Timur menunjukkan kinerja pembangunan yang baik dan menjadi salah satu daerah penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Kepala Bappenas Rachmat Pambudi.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan sejumlah fokus utama pembangunan pada tahun 2027.
Prioritas tersebut mencakup penguatan layanan pendidikan dan kesehatan, percepatan penurunan angka kemiskinan, serta pengurangan kesenjangan sosial.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja juga menjadi perhatian.
Penguatan infrastruktur serta konektivitas wilayah disiapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Upaya tersebut juga akan ditopang melalui reformasi birokrasi dan peningkatan tata kelola pemerintahan.
Pemerintah daerah menilai pelayanan publik yang efektif menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
Selain itu, aspek mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan hidup turut dimasukkan sebagai prioritas.
Langkah ini dilakukan agar pembangunan tetap berkelanjutan dan mampu menjawab risiko di masa depan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, rancangan awal pembangunan 2027 diarahkan pada percepatan investasi, penguatan sektor industri, dan pembangunan infrastruktur strategis.
Menurutnya, proyek-proyek nasional yang masuk ke Jawa Timur harus dimanfaatkan sebagai pengungkit pertumbuhan wilayah.
Hal ini penting untuk mempercepat pemerataan ekonomi di berbagai daerah. Jatim diharapkan tetap menjadi pusat pertumbuhan yang kompetitif.
“Pembangunan Jawa Timur ke depan akan difokuskan pada percepatan investasi, penguatan industri, infrastruktur, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Di sektor pendidikan, Pemprov Jatim juga terus memperkuat langkah transformasi melalui pembangunan unit sekolah baru dan digitalisasi pembelajaran.
Program digitalisasi pendidikan kini telah menjangkau sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur.
Pemerintah juga memberikan pelatihan kepada tenaga pendidik agar teknologi pembelajaran dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara merata.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut digitalisasi pendidikan menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun SDM unggul.
Menurutnya, dukungan program pendidikan telah menjangkau jutaan siswa di berbagai jenjang.
Pemerintah akan terus memperluas transformasi digital agar pembelajaran lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Hal ini menjadi bagian penting dari agenda pendidikan nasional.
“Ke depan, program digitalisasi pendidikan akan terus diperluas guna memperkuat transformasi pendidikan nasional,” tegas Menteri Abdul Mu’ti.
Musrenbang RKPD Jatim 2027 turut dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin, unsur Forkopimda, hingga pimpinan DPRD Jatim.
Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan keseriusan dalam menyusun arah pembangunan yang terintegrasi.
Pemerintah daerah pun didorong untuk terus menyelaraskan program dengan kebijakan pusat.
Dengan sinergi yang solid, Jawa Timur optimistis menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional yang inklusif dan berkeadilan. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,