LAMONGAN – Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui kegiatan tanam padi serentak yang dipimpin langsung Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan RI) di Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan tersebut melibatkan petani, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat dalam satu hamparan sawah yang sama.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan.
Wamentan didampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas, Gubernur Jawa Timur, Bupati Lamongan, Danrem 082/Citra Panca Yudha Jaya, Dandim 0812/Lamongan, Kapolres, serta jajaran Forkopimda lainnya.
Mereka bersama-sama mengikuti proses tanam padi menggunakan alat tanam modern (transplanter) sebagai simbol sinergi lintas sektor dalam mendukung sektor pertanian.
Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo mengatakan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari dukungan nyata terhadap program pemerintah di bidang pangan.
Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah petani telah menjadi aktivitas rutin yang terus dilakukan.
”Babinsa setiap hari mendampingi petani di lapangan. Kegiatan tanam bersama ini menunjukkan bahwa TNI selalu siap hadir dan bekerja bersama masyarakat demi menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Letkol Inf Deni.
Gerakan tanam padi serentak dimulai sekitar pukul 15.00 WIB.
Para pejabat yang hadir turut mencoba mengoperasikan alat transplanter dan menanam padi di lahan pertanian bersama petani setempat.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir.
Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo menegaskan bahwa sektor pangan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas negara.
Oleh karena itu, pihaknya akan terus mendukung berbagai program pertanian yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
”Ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Karena itu, kami siap mendampingi petani mulai proses tanam hingga masa panen agar hasil pertanian dapat terus meningkat,” tegas Danrem.
Dalam kesempatan yang sama, Wamentan RI Dr. Sudaryono menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi modal utama dalam mewujudkan target swasembada pangan yang telah dicanangkan pemerintah.
”Saya melihat langsung bagaimana Babinsa berbaur dan bekerja bersama petani. Semangat gotong royong seperti inilah yang diperlukan agar program swasembada pangan berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Sudaryono.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan bahwa daerahnya memiliki potensi besar sebagai salah satu penopang kebutuhan pangan nasional.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, Lamongan optimistis mampu terus meningkatkan produksi pertanian dan menjaga keberlanjutan sektor pangan.
”Sinergi pemerintah pusat, provinsi, TNI, Polri, dan para petani menjadi kekuatan besar bagi Lamongan untuk terus berkontribusi sebagai daerah penghasil pangan nasional,” ujar Yuhronur.
Antusiasme juga terlihat dari para petani yang mengikuti kegiatan tersebut.
Mereka menyambut baik kehadiran para pejabat di tengah sawah karena dianggap sebagai bentuk perhatian dan dukungan nyata terhadap sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Melalui kegiatan tanam padi serentak ini, Lamongan kembali menegaskan perannya sebagai salah satu daerah strategis dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia.
Kolaborasi antara petani, pemerintah, dan aparat diharapkan mampu memperkuat produktivitas pertanian serta menjaga ketersediaan pangan nasional di masa mendatang. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,