BOJONEGOROtimes.Id – Program Kolam Lele Keluarga (KOLEGA) Bojonegoro kembali dilanjutkan pada 2026 sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi warga berpenghasilan rendah.
Program ini menjadi salah satu strategi pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Setelah sukses menjangkau ratusan penerima pada tahun sebelumnya, cakupan program kini diperluas.
Pemerintah daerah menargetkan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat.
Kepala Bidang Perikanan Disnakkan Bojonegoro, M. Cholilur Rohman, menjelaskan bahwa keberhasilan 2025 menjadi pijakan pengembangan program.
Tahun ini, KOLEGA direncanakan menyasar 335 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Skema bantuan juga diperluas agar lebih adaptif dengan kondisi lapangan.
“Pada tahun 2026, program KOLEGA direncanakan menyasar sebanyak 335 KPM dengan skema bantuan yang diperluas,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan akan dibagi dalam dua jenis, yakni kolam buis beton dan kolam terpal bundar.
Pemilihan jenis bantuan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi calon penerima.
Saat ini, proses masih berada pada tahap verifikasi berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Proses verifikasi dilakukan secara ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” tegasnya.
Adapun kriteria penerima meliputi masyarakat yang terdaftar dalam DTKS desil 1 hingga 5, memiliki lahan, serta berada di usia produktif.
Selain itu, calon penerima harus memiliki akses air, minat budidaya, dan komitmen melanjutkan usaha.
Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi warga.
“Melalui program KOLEGA, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha perikanan secara mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,