LAMONGAN – Komandan Kodim (Dandim) 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen dalam menjaga keamanan dan ketertiban menjelang peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah serta kegiatan pengesahan warga baru perguruan pencak silat.
Penegasan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi bersama Forkopimda dan berbagai stakeholder di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Lamongan, Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan organisasi pencak silat.
Pertemuan digelar sebagai langkah antisipatif untuk meminimalkan potensi kerawanan sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat berlangsung aman dan tertib.
Dalam arahannya, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menekankan bahwa komunikasi yang baik dan koordinasi yang kuat menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas wilayah.
Menurutnya, seluruh pihak harus memiliki komitmen yang sama demi mewujudkan situasi yang kondusif di Kabupaten Lamongan.
“Lamongan adalah rumah bersama yang harus kita jaga. Menjelang malam Tahun Baru Islam dan pengesahan warga baru perguruan silat, seluruh unsur harus memiliki persepsi yang sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.
Dandim menjelaskan bahwa pendekatan persuasif dan humanis akan terus dikedepankan dalam pelaksanaan pengamanan.
Selain melibatkan aparat keamanan, peran aktif para pimpinan organisasi pencak silat juga dinilai sangat penting untuk mengarahkan dan mengendalikan anggotanya selama kegiatan berlangsung.
Rapat koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang akan diterapkan di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan.
Di antaranya penguatan sinergi pengamanan antara TNI, Polri, Satpol PP, dan instansi terkait, serta optimalisasi peran Forkopimcam dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Selain itu, seluruh organisasi dan paguyuban yang hadir menyatakan kesiapan untuk mendukung terciptanya suasana yang aman dan damai.
Mereka berkomitmen menjaga anggotanya agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.
“Keamanan daerah tidak bisa diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kebersamaan, komunikasi yang intensif, serta rasa tanggung jawab dari seluruh elemen masyarakat agar Lamongan tetap aman dan harmonis,” tegas Dandim.
Sebagai langkah konkret, akan dibentuk posko pengamanan bersama di sejumlah titik yang dinilai rawan.
Posko tersebut berfungsi sebagai pusat pemantauan mobilisasi massa sekaligus sarana koordinasi cepat apabila terjadi situasi yang membutuhkan penanganan segera.
Forkopimda Lamongan juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Warga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar suasana yang telah kondusif tetap terjaga dengan baik.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan ikrar dan maklumat damai Suroan oleh seluruh pihak yang hadir.
Kesepakatan tersebut menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan, serta mewujudkan Kabupaten Lamongan yang aman, damai, dan sejuk selama momentum Tahun Baru Islam dan pengesahan warga baru perguruan silat. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,