BOJONEGOROtimes.Id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Bojonegoro dalam kondisi aman.
Jaminan ini diberikan khususnya setelah momen Hari Raya Idul Fitri 2026 yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan energi masyarakat.
Pertamina menegaskan distribusi tetap berjalan normal dan mampu memenuhi permintaan warga.
Masyarakat diminta tidak khawatir terkait ketersediaan gas melon tersebut.
Penegasan ini disampaikan sebagai tanggapan atas kabar dugaan kelangkaan LPG 3 kg yang beredar di Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungadem.
Menanggapi informasi tersebut, Pertamina segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi riil distribusi di masyarakat.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi LPG merupakan hal yang lazim.
Terutama saat menjelang dan setelah hari besar keagamaan seperti Idul Fitri.
Hal ini menyebabkan stok di tingkat pengecer lebih cepat habis.
Namun kondisi tersebut tidak mencerminkan kelangkaan secara menyeluruh.
“Lonjakan konsumsi memang terjadi, tetapi hanya berdampak sementara di beberapa titik. Stok di pangkalan resmi tetap aman dan tersedia,” ujar Ahad, Kamis (26/3/2026).
Khusus wilayah Desa Jamberejo, Pertamina telah menyiapkan tambahan distribusi untuk menjaga ketersediaan.
Sebanyak lima pangkalan resmi akan menerima suplai tambahan pada 26 Maret 2026.
Jumlah pasokan yang dikirim berkisar antara 50 hingga 320 tabung per pangkalan.
Langkah ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa kendala.
Sebagai upaya pengamanan distribusi, Pertamina juga mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Idulfitri.
Tim ini bersiaga selama 24 jam untuk memantau distribusi energi, termasuk LPG subsidi.
Pengawasan dilakukan hingga tingkat pangkalan agar penyaluran berjalan sesuai aturan.
Selain itu, harga jual juga diawasi agar tetap sesuai dengan HET yang berlaku.
Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan.
Tindakan panic buying justru dapat mengganggu stabilitas distribusi di lapangan.
Warga diminta membeli LPG sesuai kebutuhan sehari-hari.
Dengan demikian, pasokan dapat terjaga merata bagi seluruh masyarakat.
“Kami pastikan pasokan cukup. Masyarakat tidak perlu panik atau membeli secara berlebihan karena distribusi terus berjalan,” tegas Ahad.
Selain itu, Pertamina kembali mengingatkan bahwa LPG 3 kg merupakan barang subsidi.
Penggunaannya diperuntukkan bagi rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro.
Masyarakat yang mampu diharapkan beralih ke LPG non subsidi.
Langkah ini penting agar penyaluran subsidi tepat sasaran.
Untuk memperoleh informasi resmi, masyarakat dapat mengakses situs subsiditepatlpg.mypertamina.id.
Selain itu, Pertamina juga menyediakan layanan Call Center di nomor 135.
Layanan ini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui lokasi pangkalan resmi maupun pengaduan.
Dengan informasi yang jelas, masyarakat diharapkan lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan energi. (*)

















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,