‎DKPP Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Bersertifikat, Varietas Python 4 Langsung Ludes

BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mendukung keberhasilan musim tanam tembakau dengan menyediakan benih bersertifikat dan berlabel resmi.

‎Program ini mendapat respons positif dari petani yang memanfaatkan benih unggul secara gratis untuk meningkatkan produktivitas lahan.

‎Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda DKPP Bojonegoro, Bambang Wahyudi, menjelaskan bahwa seluruh varietas benih yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar industri.

‎Selain itu, kualitas benih juga dipantau melalui pengujian daya kecambah secara berkala di laboratorium.

‎”Kami menguji daya kecambah benih setiap enam bulan sekali. Varietas yang kami salurkan, seperti Virginia dan Jawa, disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar hasil panen petani memiliki peluang serapan yang baik,” ujar Bambang.

‎Hingga akhir Mei 2026, sebanyak 8,743 kilogram benih telah tersalurkan dari total stok sekitar 14,5 kilogram.

‎Varietas Python 4 menjadi yang paling diminati hingga habis terserap, sementara varietas K326 kini hanya menyisakan sekitar 460 gram dari stok awal yang tersedia.

‎Saat ini DKPP masih memiliki sekitar 5 kilogram benih, didominasi varietas Jawa yang banyak dibudidayakan di wilayah Temayang, Bubulan, Purwosari, dan Tambakrejo.

‎Stok tersebut juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan petani di sejumlah kecamatan lain yang masih menyelesaikan panen komoditas sebelumnya.

‎Pada musim tanam 2026, Pemkab Bojonegoro menargetkan luas tanam tembakau mendekati 16.000 hektare, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

‎Budidaya tembakau juga terus berkembang dengan cakupan 26 dari 28 kecamatan yang kini aktif menanam komoditas tersebut.

‎”Setiap hektare kami alokasikan 10 gram benih sebagai cadangan keamanan. Jumlah itu lebih tinggi dari kebutuhan normal petani agar tersedia stok jika terjadi kegagalan saat penyemaian,” jelas Bambang.

‎DKPP juga mengingatkan petani untuk mewaspadai fenomena kemarau basah yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman.

‎Petani diimbau rutin memantau informasi cuaca dan memperbaiki sistem drainase agar tanaman tidak terdampak genangan air saat hujan turun.

‎”Kami meminta petani memperhatikan tata kelola lahan, membuat guludan yang lebih tinggi, serta memastikan saluran drainase berfungsi baik agar tanaman tembakau tetap aman,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *