BOJONEGOROtimes.Id – Kelangkaan tabung LPG 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Situasi ini berdampak pada naiknya harga di tingkat pengecer yang melebihi batas normal.
Kondisi tersebut pun memicu keresahan masyarakat, terutama karena terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Warga berharap pasokan segera stabil agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.
Menanggapi hal itu, jajaran kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro langsung melakukan pengecekan di lapangan.
Kegiatan ini melibatkan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah serta Kanit II Sat Reskrim Polres Bojonegoro IPDA A. Zaenan Na’im.
Selain itu, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga turut dilibatkan dalam pengawasan distribusi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan dan mencegah adanya penyimpangan.
Pengecekan dilakukan di beberapa titik strategis, termasuk SPBE Swarna Bina di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas.
Petugas juga mendatangi empat pangkalan LPG yang berada di Desa Kapas dan Desa Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro Kota.
Dari hasil pemantauan, distribusi dan stok menjadi fokus utama pemeriksaan.
Hal ini penting untuk memastikan penyaluran LPG berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa pengawasan distribusi akan terus dilakukan secara intensif.
“Pengawasan akan terus dilakukan dan kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan distribusi LPG tetap lancar,” ujarnya.
Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan di masyarakat.
Sementara itu, IPDA A. Zaenan Na’im menjelaskan bahwa meningkatnya kebutuhan menjelang hari raya menjadi salah satu penyebab kelangkaan.
Dalam pengecekan, petugas menemukan adanya pangkalan yang menjual LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Harga yang dipatok bahkan mencapai Rp20.000 hingga Rp25.000 per tabung.
Padahal, HET resmi di Jawa Timur ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung.
“Atas temuan tersebut, pangkalan akan dilaporkan oleh Pertamina ke agen untuk dilakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” tegas Na’im.
Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian juga akan melakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan efek jera terhadap pelanggaran distribusi.
Sekaligus menjaga agar harga tetap sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan di SPBE PT Kurniawan Mekar Agung Abadi di Kecamatan Padangan.
Hasilnya, distribusi sempat mengalami keterlambatan akibat faktor cuaca dan jarak tempuh yang cukup jauh.
Kondisi ini turut memengaruhi ketersediaan LPG di beberapa wilayah.
Namun, upaya perbaikan segera dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, disepakati adanya penambahan armada distribusi serta peningkatan jam operasional pelayanan.
Bahkan, pelayanan distribusi LPG akan tetap berjalan saat hari raya untuk menjaga ketersediaan pasokan.
Upaya ini diharapkan mampu menghindari kelangkaan yang lebih luas.
Sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Warga diminta menggunakan LPG 3 kilogram sesuai peruntukannya, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan aktif melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan atau pelanggaran distribusi.
Langkah bersama ini diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif menjelang Lebaran.


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,