‎Bupati Bojonegoro Dorong RSUD Padangan Jadi Rumah Sakit Modern di Perbatasan

BOJONEGOROtimes.Id – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mendorong RSUD Padangan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui proses reakreditasi yang berlangsung pada Rabu (26/8/2026).

‎Reakreditasi tersebut menjadi bagian dari evaluasi berkala untuk memastikan standar pelayanan rumah sakit tetap berjalan optimal.

‎Proses penilaian telah dimulai secara daring sejak Senin (24/8/2026), kemudian dilanjutkan dengan telusur lapangan oleh tim surveyor.

‎Direktur RSUD Padangan, dr. Ratih Wulandari, mengatakan akreditasi sebelumnya dilakukan pada 2022.

‎Sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan, penilaian mutu eksternal oleh lembaga independen dilakukan secara berkala setiap empat tahun.

‎“Penilaian lapangan memberikan gambaran objektif mengenai tata kelola dan pelayanan kami. Masukan dari tim surveyor sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme seluruh tim RSUD Padangan,” ujar dr. Ratih.

‎Bupati Setyo Wahono menegaskan, akreditasi tidak boleh dipandang hanya sebagai pemenuhan administrasi.

‎Menurutnya, proses tersebut harus menjadi sarana evaluasi sekaligus momentum untuk memperbaiki mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.

‎“Akreditasi ini adalah alat evaluasi agar kualitas RSUD Padangan tetap terjaga. Kami punya mimpi besar mengembangkan rumah sakit ini menjadi pusat layanan modern yang diandalkan masyarakat,” tegas Setyo Wahono.

‎Bupati juga menilai posisi RSUD Padangan di kawasan perbatasan memiliki nilai strategis.

‎Pengembangan rumah sakit akan dilakukan bertahap melalui master plan, mencakup peningkatan SDM, fasilitas medis, serta lingkungan rumah sakit yang nyaman.

‎Setyo Wahono turut menekankan pentingnya kesejahteraan dokter dan tenaga kesehatan sebagai bagian dari peningkatan pelayanan.

‎“Rumah sakit yang hebat bukan hanya gedung yang megah, tetapi juga kualitas dan kenyamanan karyawannya,” pungkasnya. (Prokopim)