BOJONEGORO times.Id— Semangat kebersamaan begitu terasa dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (23/8/2026).
Sejak pagi, warga tampak antusias mengikuti jalan santai yang digelar dalam suasana penuh keakraban. Bukan sekadar berjalan bersama, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bercengkerama, dan mempererat tali silaturahmi.
Suasana semakin hangat dengan hadirnya sejumlah tokoh Desa Brangkal yang ikut berbaur bersama masyarakat.
Mereka adalah Kusnadi, mantan Kepala Desa Brangkal periode 2014–2019, Sumantri selaku Kepala Desa Brangkal yang saat ini menjabat, serta Moch. Nasihin yang akrab disapa “Hantu”, sosok yang disebut bakal maju sebagai calon Kepala Desa Brangkal pada pemilihan kepala desa mendatang.
Ketiganya hadir dengan latar belakang dan posisi yang berbeda. Namun, dalam momentum peringatan kemerdekaan, perbedaan tersebut seolah mencair dalam suasana guyub dan kekeluargaan.
Kusnadi, yang pernah memimpin Desa Brangkal pada periode 2014–2019, tampak menikmati kebersamaan bersama warga. Kehadirannya menjadi bagian dari silaturahmi yang tetap terjaga, sekaligus menunjukkan bahwa hubungan baik di tengah masyarakat dapat terus dirawat meski masa pengabdian telah berlalu.
Di tengah kegiatan, Sumantri juga hadir bersama masyarakat sebagai kepala desa yang masih aktif mengemban amanah. Ia turut menjadi bagian dari suasana kebersamaan yang tercipta antara pemerintah desa dan warga.
Sementara Moch. Nasihin atau yang akrab disapa “Hantu” juga tampak berbaur dalam kegiatan. Sosok yang disebut bakal maju sebagai calon kepala desa pada pemilihan mendatang itu hadir bersama warga dan menikmati kemeriahan perayaan tanpa sekat.
Pemandangan tersebut menjadi salah satu warna menarik dalam peringatan HUT ke-81 RI di Desa Brangkal. Mantan kepala desa, kepala desa aktif, dan figur yang disebut bakal maju dalam kontestasi pemilihan kepala desa dapat duduk dan berbaur dalam satu suasana bersama masyarakat.
Bagi warga, momentum kemerdekaan bukan tentang perbedaan pilihan atau posisi, melainkan tentang bagaimana kebersamaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan desa.
Jalan santai pun berlangsung meriah. Warga dari berbagai kalangan berjalan bersama, saling menyapa dan bercanda. Langkah yang ditempuh bersama menjadi gambaran sederhana tentang semangat persatuan yang tumbuh dari lingkungan masyarakat sendiri.
Kemeriahan semakin bertambah dengan pengundian kupon untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik. Warga mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, sementara hiburan musik turut menghidupkan suasana setelah jalan santai selesai.
Tawa, sapaan, dan kebersamaan warga membuat perayaan terasa lebih dari sekadar agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk sejenak berkumpul dan menikmati suasana kekeluargaan.
Di tengah kehidupan masyarakat desa, ruang-ruang kebersamaan seperti ini memiliki arti penting. Warga dapat bertemu tanpa memandang perbedaan latar belakang, sementara para tokoh desa juga dapat hadir di tengah masyarakat dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.
Kehadiran Kosnadi, Sumantri, dan Moch. Nasihin bersama warga menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana: saling menghargai, menjaga silaturahmi, bergotong royong, dan tetap guyub dalam kehidupan bermasyarakat.
HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persatuan harus terus dirawat dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga dan masyarakat desa.
Dari jalan santai, pembagian kupon, hingga hiburan musik, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan. Namun, yang paling terasa justru kebersamaan warga yang menjadi ruh dari perayaan tersebut.
Di Desa Brangkal, kemerdekaan dirayakan dengan cara yang sederhana, tetapi bermakna. Warga berjalan bersama, tertawa bersama, dan menikmati hari kemerdekaan bersama.
Sebab, semangat Indonesia tidak hanya tumbuh dari panggung-panggung besar, tetapi juga dari langkah kaki masyarakat yang berjalan beriringan, dari silaturahmi yang terus dijaga, serta dari kerukunan yang tetap hidup di tengah desa.(Dj)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,