BOJONEGOROtimes.Id – Hari kedua Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 menjadi wadah kreativitas generasi muda dalam mengembangkan wastra lokal menjadi bagian dari tren fesyen modern.
Melalui workshop Styling Hack & Draping yang digelar Kamis (18/6/2026), peserta diajak mengeksplorasi berbagai cara memanfaatkan Wastra Bojonegoro agar lebih fleksibel dan relevan dengan gaya hidup masa kini.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari teknik dasar styling dan draping, yakni membentuk busana langsung dari kain tanpa proses jahit maupun potong.
Berbekal kreativitas, Wastra Bojonegoro diolah menjadi berbagai tampilan streetwear yang sederhana, nyaman dikenakan, namun tetap mempertahankan identitas budaya daerah.
Pemateri Vicky Anasta atau Esa Dega menjelaskan bahwa kain tradisional tidak selalu identik dengan acara resmi.
Menurutnya, dengan pendekatan yang kreatif, wastra lokal dapat menjadi bagian dari fashion sehari-hari tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat di dalamnya.
Peserta juga diperkenalkan pada prinsip styling seperti proporsi, siluet, dan layering.
Untuk mengasah kemampuan praktik, mereka dibagi dalam beberapa kelompok dan ditantang menciptakan tampilan streetwear menggunakan Wastra Bojonegoro dalam waktu singkat, lalu mempresentasikan hasilnya di hadapan peserta lain.
”Fashion bukan hanya tentang tren, tetapi juga tentang identitas. Melalui styling dan draping sederhana, kita bisa membawa Wastra Bojonegoro menjadi bagian dari gaya hidup modern tanpa menghilangkan nilai budayanya,” ujar Vicky Anasta.
Workshop ini menjadi salah satu agenda unggulan BWBF 2026 yang mengusung tema “Wastrane Bojonegoro Membumi lan Ngamboro ing Bawono”.
Selain melestarikan budaya, festival ini juga mendorong inovasi di sektor ekonomi kreatif, khususnya industri fesyen berbasis kearifan lokal. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,