LAMONGAN – Polres Lamongan menyiapkan pengamanan maksimal untuk pelaksanaan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lamongan Pusat Madiun Tahun 2026.
Komitmen menjaga keamanan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan yang berlangsung di Alun-Alun Lamongan, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimda, aparat keamanan, serta jajaran pengurus dan pengamanan internal PSHT.
Apel pengamanan dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah dan dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan keseriusan dalam memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Dalam arahannya, Kapolres Lamongan menekankan bahwa pengesahan warga baru merupakan agenda penting dan sakral bagi organisasi PSHT.
Namun, menurutnya, seluruh peserta wajib mematuhi aturan yang berlaku agar kegiatan tidak menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat.
“Kami tidak akan ragu menindak setiap bentuk pelanggaran hukum sesuai Maklumat Suro Aman dan Damai yang telah disepakati bersama. Siapa pun pelakunya dan dari kelompok mana pun, tidak ada pengecualian maupun negosiasi,” tegas AKBP Arif Fazlurrahman.
Kapolres juga mengingatkan bahwa aktivitas konvoi atau arak-arakan tidak diperbolehkan karena berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.
Seluruh personel pengamanan diminta menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan tidak memihak kepada kelompok tertentu.
“Kami berdiri netral dan berada di tengah. Tidak ada toleransi bagi oknum yang melakukan konvoi, baik berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan, termasuk tindakan yang mengganggu masyarakat seperti membunyikan klakson secara berlebihan,” ujarnya.
Selain itu, Polres Lamongan memastikan tidak ada peserta maupun rombongan dari luar Kabupaten Lamongan yang diperkenankan mengikuti kegiatan pengesahan.
Pengawasan di sejumlah titik perbatasan akan diperketat guna mencegah masuknya massa dari luar daerah.
Kapolres menegaskan bahwa apabila ditemukan rombongan dari luar wilayah, petugas akan melakukan penyekatan dan mengambil langkah tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Kebijakan tersebut diambil demi menjaga situasi tetap kondusif selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Kepada pengurus PSHT, Pamter, dan para koordinator lapangan, Kapolres meminta peran aktif dalam mengendalikan anggotanya.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan pengesahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga seluruh elemen organisasi yang terlibat.
Untuk mendukung pengamanan, sebanyak 2.057 personel gabungan diterjunkan.
Kekuatan tersebut terdiri dari anggota Polres Lamongan, Sat Brimob Polda Jawa Timur, Dit Samapta Polda Jatim, Kodim 0812 Lamongan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pamter PSHT, serta unsur pendukung lainnya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin Kabag Ops Polres Lamongan Kompol Budi Santoso.
Simulasi tersebut dilakukan sebagai langkah pemantapan strategi pengamanan sekaligus memastikan kesiapan personel menghadapi berbagai potensi situasi di lapangan.
Melalui sinergi seluruh pihak, pelaksanaan pengesahan warga baru PSHT tahun 2026 diharapkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Polres Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan daerah melalui semangat “Jogo Lamongan”, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan damai. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,