‎Tagana 22 Tahun Mengabdi, Dinsos Bojonegoro Cetak Relawan Muda Tangguh Lewat Pelatihan Dasar

BOJONEGOROtimes.Id – Semangat pengabdian Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indonesia yang memasuki usia ke-22 tahun terus digaungkan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bojonegoro.

‎Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tagana tahun 2026, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro menggelar Pelatihan Dasar Tagana Muda sebagai upaya memperkuat kapasitas relawan kebencanaan sejak dini.

‎Peringatan HUT Tagana yang jatuh pada 24 Maret 2026 mengangkat tema nasional “22 Tahun Mengabdi, Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri”.

‎Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

‎Melalui kegiatan pelatihan ini, Dinsos Bojonegoro berupaya menyiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian terhadap penanggulangan bencana.

‎Kehadiran relawan muda diharapkan mampu menjadi kekuatan baru dalam mendukung sistem mitigasi bencana berbasis masyarakat di tingkat lokal.

‎Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Tagana yang selama ini aktif menjalankan tugas kemanusiaan secara sukarela.

‎Menurutnya, dedikasi para relawan menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat saat menghadapi kondisi darurat maupun bencana.

‎”Tagana bukan sekadar relawan, melainkan simbol ketangguhan masyarakat kita dalam menghadapi berbagai tantangan alam dan sosial di masyarakat,” ujar Agus Susetyo Hardiyanto.

‎Ia menambahkan, Pelatihan Dasar Tagana Muda tidak hanya bertujuan memberikan materi kebencanaan, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan semangat gotong royong.

‎Para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen edukasi kebencanaan di lingkungan masing-masing.

‎”Kami berharap para peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dalam aktivitas sehari-hari, sehingga budaya sadar bencana semakin tumbuh di tengah masyarakat,” tambahnya.

‎Untuk memperkaya materi dan praktik lapangan, kegiatan pelatihan turut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di bidang kebencanaan.

‎Dinsos Bojonegoro menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro.

‎Kolaborasi lintas lembaga tersebut diharapkan mampu menciptakan relawan muda yang tidak hanya memahami teori kebencanaan, tetapi juga memiliki keterampilan dasar dalam penanganan situasi darurat.

‎Dengan demikian, keberadaan Tagana Muda dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketangguhan masyarakat Bojonegoro menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *