BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menguatkan sinergi vokasi dan dunia industri melalui Rapat TKDV dan Bursa Kerja Khusus (BKK) di Gedung Pemkab Bojonegoro.
Kegiatan ini diikuti unsur pemerintah, perguruan tinggi, hingga dunia usaha serta 45 Ketua BKK se-Kabupaten Bojonegoro sebagai forum penyelarasan kerja.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengapresiasi capaian penurunan pengangguran yang dinilai sebagai hasil kolaborasi lintas sektor di tingkat daerah dan provinsi.
“Alhamdulillah, Bojonegoro mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas keberhasilan menurunkan angka pengangguran secara signifikan,” ujarnya
Ia menegaskan tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks dan menuntut inovasi.
Termasuk penguatan RPJMD, peningkatan IPM, serta pengurangan kemiskinan daerah saat ini terdapat sekitar 122 SMK dengan 25 ribu siswa dan 7 ribu lulusan per tahun.
Karena itu pelatihan kerja harus tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi warga.
Kepala Disperinaker Bojonegoro Mahmudi menyebut pengangguran masih didominasi SMK sehingga BKK diperkuat sebagai penghubung utama antara sekolah dan dunia industri.
Saat ini terdapat 45 BKK aktif dengan total penempatan 2.872 tenaga kerja tercatat program pendukung meliputi job fair, pelatihan, hingga layanan konsultasi kerja. (*)















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,