BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama PLN UP3 Bojonegoro terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas pasokan listrik bagi masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Marathon MAX 2026 yang dipusatkan di kawasan Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi PLN dalam meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan melalui pemeliharaan jaringan tegangan menengah secara terpadu.
Sistem borderless diterapkan dengan melibatkan dukungan personel lintas wilayah di Jawa Timur guna mempercepat dan memaksimalkan proses pemeliharaan jaringan.
Manager PLN UP3 Bojonegoro, Danang Setiawan, menjelaskan bahwa pemeliharaan difokuskan pada penyulang Mojoranu yang memiliki peran penting dalam distribusi listrik di sejumlah kecamatan.
Jaringan tersebut melayani ribuan pelanggan di wilayah Dander, Bubulan, Temayang, sebagian Kapas, hingga Sukosewu.
“Penyulang Mojoranu saat ini menjadi salah satu jalur vital karena melayani lebih dari 23 ribu pelanggan dengan beban rata-rata mencapai 4,1 megawatt. Karena itu, pemeliharaan dilakukan untuk memastikan suplai listrik tetap aman dan andal,” ujar Danang Setiawan.
Sebanyak 139 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut.
Mereka berasal dari berbagai unit PLN di Jawa Timur seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Madiun, Kediri, serta mendapat dukungan teknis dari UP2D Jawa Timur.
Pemeliharaan difokuskan pada perapian vegetasi dan pohon di sekitar jalur jaringan listrik guna mencegah gangguan, terutama saat cuaca ekstrem.
Selain itu, PLN juga menekankan pentingnya penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja selama seluruh proses berlangsung.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Menurutnya, kolaborasi ini penting untuk memastikan kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.
“Apel bersama ini menunjukkan sinergi yang baik antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kami berharap pemeliharaan jaringan dilakukan secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga estetika lingkungan,” kata Nurul Azizah.
Ia menambahkan bahwa keberadaan listrik saat ini menjadi kebutuhan utama yang sangat mendukung aktivitas masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, keandalan pasokan listrik harus terus dijaga melalui langkah pemeliharaan yang terencana dan berkelanjutan.
Selain aspek keandalan jaringan, Wakil Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan saat proses perapian vegetasi dilakukan.
Menurutnya, penataan pohon dan ruang terbuka hijau perlu tetap memperhatikan prosedur serta keindahan kawasan sekitar.
Pemkab Bojonegoro turut mengapresiasi keterlibatan personel PLN dari berbagai daerah dalam kegiatan Marathon MAX 2026.
Kolaborasi lintas wilayah tersebut dinilai menjadi bentuk gotong royong dalam menjaga kualitas layanan listrik bagi masyarakat Bojonegoro.
Melalui kegiatan ini, diharapkan risiko gangguan jaringan listrik dapat ditekan dan pelayanan kepada pelanggan semakin meningkat.
Masyarakat pun diharapkan dapat menikmati pasokan listrik yang lebih aman, stabil, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Bojonegoro. (Prokopim)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,