BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat dukungan terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas.
Dukungan itu diwujudkan melalui fasilitasi kegiatan silaturahmi dan studi pembelajaran Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB) ke Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas organisasi agar semakin berkembang dan adaptif menghadapi tantangan sosial.
Ketua PDKB, Sanawi, mengatakan hubungan antara PDKB dan PDKK selama ini terjalin erat layaknya keluarga yang saling mendukung.
Menurutnya, kegiatan belajar bersama menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas organisasi dan sumber daya anggota.
“Hubungan antara PDKB dan PDKK layaknya kakak dan adik yang saling mendukung demi kemajuan lembaga di daerah masing-masing,” ujarnya, Minggu (17/05/2026).
PDKB yang telah berdiri sejak 13 Maret 2014 dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pengembangan potensi penyandang disabilitas.
Organisasi tersebut terus mendorong anggotanya agar memiliki kemampuan, daya saing, dan kepercayaan diri di tingkat daerah hingga nasional.
Sanawi menegaskan, penguatan organisasi penting dilakukan agar kepercayaan masyarakat dan pemerintah tetap terjaga.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Sosial yang telah mendukung penuh kegiatan tersebut.
Dukungan itu dinilai menjadi energi penting bagi keberlangsungan organisasi selama 13 tahun terakhir.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Sosial yang telah mendukung penuh suksesnya kegiatan ini,” terangnya.
Pemkab Bojonegoro berharap kolaborasi bersama organisasi penyandang disabilitas terus diperkuat demi mewujudkan masyarakat yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing.
Sinergi tersebut juga diharapkan mampu mendukung visi Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,