‎Bonggol Pisang Jadi Kandidat Pencegah Kanker, Inovasi Siswa SMPN 1 Purwosari Bojonegoro

BOJONEGOROtimes.Id – Kreativitas pelajar Bojonegoro kembali mencuri perhatian.

‎Dua siswa SMP Negeri 1 Purwosari, Alvin Putra Pratama dan M. Ridwan Firdaus, mengembangkan penelitian pemanfaatan bonggol pisang sebagai kandidat agen kemopreventif alami.

‎Inovasi tersebut hadir dari keprihatinan terhadap tingginya kasus kanker serta mahalnya biaya pengobatan modern.

‎Penelitian bertajuk “The Invisible Killer: Bio-Skrining Sitotoksisitas Musa paradisiaca sebagai Kandidat Agen Kemopreventif Alami” itu memanfaatkan limbah bonggol pisang yang selama ini jarang digunakan.

‎Melalui proses ekstraksi menggunakan etanol, keduanya meneliti kandungan flavonoid, tanin, dan saponin yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan potensi menghambat pertumbuhan sel abnormal.

‎“Bonggol pisang yang sering dianggap limbah ternyata memiliki potensi besar untuk kesehatan dan bisa dikembangkan lebih lanjut,” ujar Alvin Putra Pratama.

‎Penelitian dilakukan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) untuk mengetahui tingkat sitotoksisitas ekstrak terhadap larva Artemia salina sebagai indikator awal potensi antikanker.

‎Selain menguji sitotoksisitas, penelitian ini juga meneliti kemampuan antioksidan ekstrak bonggol pisang dalam menangkal radikal bebas.

‎Inovasi tersebut sekaligus menjadi bentuk pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai guna sehingga memberi manfaat bagi kesehatan dan lingkungan secara bersamaan.

‎Penelitian yang berlangsung sejak April hingga Agustus 2026 itu dilakukan di laboratorium sekolah dengan pendampingan guru serta dukungan berbagai pihak, seperti DKPP, BRIDA, Dinas Kesehatan, dan Kecamatan Purwosari.

‎“Kami berharap penelitian ini bisa menjadi langkah awal pengembangan obat alami berbasis potensi lokal Indonesia,” kata M. Ridwan Firdaus. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *