BOJONEGOROtimes.Id – Inspektorat Kabupaten Bojonegoro menerima kunjungan Tim BPKP Pusat dan Perwakilan Jawa Timur dalam agenda entry meeting penilaian Indeks Efektivitas Pencegahan Korupsi (IEPK), Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah deteksi dini terhadap potensi penyimpangan keuangan negara di lingkungan pemerintah daerah.
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat I Gedung Inspektorat sebagai upaya memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Pemkab Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam mendorong sistem pencegahan korupsi yang berkelanjutan.
Inspektur Bojonegoro, Achmad Gunawan, menegaskan bahwa penilaian ini bukan sekadar formalitas administratif.
Menurutnya, proses ini penting untuk memetakan titik rawan korupsi dari tingkat kabupaten hingga desa.
Saat ini, nilai IEPK Bojonegoro berada di angka 2,9 dalam skala 1 hingga 5, yang menunjukkan kategori cukup baik.
“Kehadiran BPKP untuk membantu memetakan kondisi riil dan mengecek progres agar bisa menjadi role model bagi OPD lainnya,” ujarnya.
Tim BPKP Pusat yang hadir bersama perwakilan Jawa Timur memberikan evaluasi sekaligus pendampingan strategis.
Penilaian difokuskan pada kapabilitas pengawasan, integritas organisasi, dan efektivitas mitigasi korupsi.
Husada dari BPKP menyebut Bojonegoro dipilih karena dinilai potensial menjadi contoh pada tahun 2026.
“Kami melihat Bojonegoro tepat sebagai role model, dan paparan tadi semakin menguatkan penilaian tersebut,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas secara kolektif dalam organisasi pemerintahan.
Menurutnya, kekuatan sistem sangat bergantung pada individu yang menjalankannya.
Jika ada celah integritas, maka potensi kerentanan akan muncul dalam organisasi.
“Budaya integritas harus mengkristal di setiap individu agar organisasi tetap kuat,” tegasnya.
Sementara itu, Inspektur Pembantu Pencegahan Tipikor, Rahmat Junaidi, menjelaskan IEPK sebagai alat ukur efektivitas pencegahan korupsi.
IEPK yang dikembangkan BPKP memiliki posisi setara dengan MCPS dari KPK sebagai instrumen pengendalian.
Selain penilaian, akan dilakukan survei lanjutan di kalangan ASN untuk melihat implementasi di lapangan.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pemerintahan yang bersih sekaligus berintegritas. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,