BOJONEGOROtimes.Id – Menjelang malam Nisfu Syakban, aktivitas perdagangan janur di Kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan signifikan.
Tradisi doa bersama yang telah mengakar kuat di masyarakat Bojonegoro menjadi pemicu melonjaknya permintaan.
Warga Bojonegoro mulai berburu janur hingga ketupat siap pakai untuk persiapan ritual keagamaan. Kondisi ini tampak jelas di sejumlah pasar tradisional.
Suasana ramai terlihat di Pasar Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Sejak pagi, pedagang janur tampak sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti.
Tidak hanya janur mentah, ketupat yang sudah dibentuk juga menjadi incaran warga. Aktivitas jual beli berlangsung hingga siang hari.
Dalam kebiasaan masyarakat setempat, malam Nisfu Syakban diisi dengan doa bersama di mushola dan masjid.
Setiap keluarga biasanya membawa ketupat lengkap dengan lauk pauk sebagai simbol rasa syukur.
Tradisi ini dipercaya sebagai bentuk permohonan keselamatan menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Kegiatan tersebut telah dilakukan secara turun-temurun.
Momentum keagamaan ini dimanfaatkan sebagian warga untuk mencari tambahan penghasilan.
Salah satunya Fatekun, pedagang janur musiman di Pasar Kedungadem. Ia mengaku rutin berjualan setiap Nisfu Syakban karena tingginya minat masyarakat.
“Setiap mendekati Nisfu Syakban, pasti ramai. Jadi selalu saya manfaatkan,” ujarnya, Minggu (01/02/2026).
Fatekun menjelaskan, harga janur yang dijual masih terjangkau. Satu ikat janur berisi sepuluh lembar dipatok seharga Rp5 ribu.
Sementara janur yang sudah dibentuk ketupat dijual Rp8 hingga Rp10 ribu per ikat isi lima biji. “Tergantung jumlah pembelian, bisa saya sesuaikan,” jelasnya.
Salah satu pembeli, Narti, mengaku sengaja datang ke pasar untuk membeli janur keperluan tradisi Nisfu Syakban di desanya.
Menurutnya, kegiatan doa bersama sudah menjadi agenda rutin warga. “Biasanya dibuat ketupat, lalu dibawa ke mushola untuk doa bersama,” katanya. Ia berharap tradisi tersebut terus lestari.
Tradisi Nisfu Syakban tidak hanya bermakna spiritual bagi masyarakat Bojonegoro.
Kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi positif, khususnya bagi pedagang janur.
Setiap tahun, permintaan selalu meningkat menjelang Ramadan. Momen ini menjadi berkah tersendiri bagi warga yang memanfaatkannya untuk berjualan. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,