‎SMSI Lamongan Edukasi Pelajar Pentingnya Air Putih dan Ginjal Sehat, Siswa SDN Laladan Jalani CKG

LAMONGAN – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lamongan mengajak pelajar membiasakan minum air putih dan mengurangi konsumsi minuman berpemanis.

‎Edukasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Bakti Sosial Kesehatan di SDN Laladan, Kecamatan Deket, Senin (31/8/2026).

‎Ketua SMSI Lamongan M. Nur Ali Zulfikar mengatakan, kebiasaan minum air putih penting untuk menunjang aktivitas dan kesehatan anak.

‎Selain membantu menjaga konsentrasi, cairan juga berperan dalam mengatur suhu tubuh dan mendukung fungsi ginjal.

‎“Air putih membantu menjaga konsentrasi belajar, mengatur suhu tubuh, mendukung aktivitas fisik, serta membantu ginjal membuang sisa metabolisme melalui urin,” kata Ali Zulfikar.

‎Ia mendorong siswa membawa botol minum sendiri ke sekolah dan menjadikan air putih sebagai pilihan utama.

‎Menurutnya, kebiasaan tersebut sekaligus dapat membantu mengurangi konsumsi minuman kemasan yang tinggi gula jika dikonsumsi secara berlebihan.

‎Ali juga mengingatkan bahwa pola makan dan minum yang tidak sehat dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kegemukan, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

‎Kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan ginjal secara bertahap.

‎“Menjaga ginjal harus dilakukan secara menyeluruh melalui kebiasaan minum yang cukup, makanan sehat, aktivitas fisik, dan penggunaan obat secara aman,” tegasnya.

‎Dalam kegiatan tersebut, Puskesmas Deket juga melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar seluruh 89 siswa SDN Laladan.

‎Pelayanan turut dirangkaikan dengan BIAS berupa imunisasi bagi 15 siswa kelas 1 dan 15 siswa kelas 5.

‎Kepala Puskesmas Deket dr. Ratih Nuzuhria menjelaskan, pemeriksaan meliputi kondisi fisik, mata, telinga, gigi dan mulut, kadar gula darah, serta Hemoglobin (Hb).

‎Hasil sementara menunjukkan mayoritas siswa berada dalam kondisi normal dan baik.

‎“Alhamdulillah, kegiatan CKG rutin hari ini juga dirangkaikan dengan BIAS, yaitu imunisasi di SDN Laladan. Total siswa di sini ada 89 orang,” ujar dr. Ratih.

‎Meski sebagian besar siswa sehat, Puskesmas Deket tetap menemukan sejumlah persoalan kesehatan pada anak di wilayah kerjanya.

‎Di antaranya gangguan penglihatan, kadar gula darah tinggi, dan hipertensi yang akan ditindaklanjuti sesuai kondisi pasien.

‎Sementara itu, Kepala SDN Laladan Amindarti mengapresiasi pelaksanaan CKG dan edukasi kesehatan tersebut.

‎Ia berharap pemeriksaan rutin membantu sekolah dan orang tua mengetahui kondisi kesehatan anak lebih awal.

‎“Kami berharap seluruh siswa-siswi dapat tumbuh semakin sehat, semakin bersemangat dalam belajar, serta terhindar dari berbagai penyakit,” ujar Amindarti.

‎Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan juga membantu mendeteksi gangguan yang terkadang tidak disadari siswa maupun orang tua, termasuk masalah penglihatan yang dapat berkaitan dengan kebiasaan membaca dan penggunaan gawai.

‎Melalui kolaborasi SMSI Lamongan, Puskesmas Deket, dan SDN Laladan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan.

‎Edukasi dan pembiasaan hidup sehat sejak sekolah menjadi langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak serta menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. (*)