BOJONEGOROtimes.Id – Warga Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan cara yang kental nuansa budaya.
Rangkaian kegiatan diisi pawai budaya, sedekah bumi, Grebeg Berkah, pengajian, hingga pagelaran wayang kulit.
Kegiatan tersebut berlangsung Jumat (28/8/2026) dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Mulai pemerintah desa, lembaga desa, sekolah, karang taruna, hingga warga ikut ambil bagian.
Pawai budaya menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat.
Mengangkat tema pertanian, peserta menampilkan kostum dan berbagai ornamen yang menggambarkan kehidupan petani serta potensi hasil bumi Desa Purwosari.
Pawai diberangkatkan pukul 07.00 WIB dari Balai Desa Purwosari. Rutenya berakhir di Lapangan Petilasan Mbah Gerit.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat.
Pawai budaya juga menjadi media untuk mengenalkan potensi lokal sekaligus menanamkan kecintaan terhadap tradisi kepada generasi muda.
Semangat gotong royong terlihat dari keterlibatan berbagai kelompok masyarakat.
Budaya lokal pun dikemas secara kreatif dalam suasana perayaan kemerdekaan.
Tradisi kemudian berlanjut melalui Grebeg Berkah di Petilasan Mbah Gerit.
Warga Dusun Sambong dan Korgan mengikuti kegiatan dengan antusias dan berebut gunungan yang berisi hasil bumi, makanan ringan, serta berbagai perlengkapan rumah tangga.
Tradisi tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Suasana kebersamaan semakin terasa dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Puncak acara dimeriahkan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Cahyo Kuntadi.
Dalang kondang sekaligus dosen ISI Surakarta itu membawakan lakon Tumuruning Wahyu Godo Inten.
Sebelum pertunjukan dimulai, dilakukan penyerahan simbolis wayang Wisanggeni dari Forkopimcam Purwosari kepada Ki Cahyo Kuntadi.
Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pagelaran sekaligus simbol pelestarian seni tradisional.
Kepala Desa Purwosari, Hj. Umi Zumrothin, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung rangkaian acara tersebut.
Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong terus dipertahankan dalam pembangunan desa.
“Kegiatan ini tidak hanya memeriahkan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga budaya dan memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Apresiasi diberikan kepada panitia, lembaga desa, masyarakat, serta para sponsor.
Camat Purwosari Ike Widiyaningrum juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, seluruh rangkaian acara menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga, dan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi yang baik antara pemerintah desa, lembaga dan masyarakat. Selain memeriahkan kemerdekaan, kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi dan budaya yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Antusiasme warga mengikuti wayang kulit hingga selesai menjadi bukti tingginya perhatian terhadap kesenian tradisional.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Purwosari pun menjadi momentum untuk merawat identitas budaya lokal.
Kemeriahan pawai, Grebeg Berkah, hingga wayang kulit menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan.
Pesan yang dibawa bukan hanya tentang perayaan kemerdekaan.
Namun juga pentingnya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal generasi berikutnya. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,