JAKARTA – Guru Besar Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi menilai rangkaian kunjungan tiga pemimpin dunia ke Jakarta dalam sepekan menjadi sinyal menguatnya posisi Indonesia di panggung geopolitik.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto berhasil menjadikan Indonesia sebagai titik temu kepentingan strategis berbagai kawasan.
”Dalam hitungan hari, Indonesia didatangi mitra dari Eurasia, ASEAN, dan Asia Selatan. Ini menunjukkan Jakarta kini menjadi titik temu diplomasi internasional, bukan sekadar tamu di forum negara lain,” kata Yuddy.
Yuddy menjelaskan, kunjungan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko menghasilkan Peta Jalan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 yang mencakup sektor pangan, energi, industri, hingga pupuk.
Kerja sama tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi Indonesia memasuki pasar Eurasia.
Sementara itu, pertemuan Leaders’ Retreat bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menghasilkan puluhan kesepakatan strategis.
Kerja sama tersebut meliputi ekonomi digital, perdagangan listrik lintas batas, lingkungan, kredit karbon, hingga penguatan keamanan Selat Malaka.
”Menjaga Selat Malaka tetap aman merupakan kepentingan penting bagi Indonesia, Singapura, dan perdagangan dunia. Ini menunjukkan kemampuan Presiden Prabowo memperkuat hubungan dengan mitra terdekat sekaligus memperluas kerja sama global,” ujarnya.
Menurut Yuddy, kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi menjadi puncak diplomasi pekan ini.
Selain melahirkan sejumlah nota kesepahaman di bidang pertahanan, maritim, ekonomi digital, dan energi, kedua negara juga memperkuat kerja sama pelestarian Candi Prambanan sebagai simbol hubungan sejarah Indonesia dan India.
”Komitmen bersama merawat Candi Prambanan merupakan bentuk diplomasi budaya yang mempererat persahabatan kedua bangsa. Nilainya jauh melampaui kerja sama ekonomi semata,” tutur Yuddy.
Ia menambahkan, kedatangan para pemimpin dunia ke Jakarta menunjukkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap Indonesia.
Menurutnya, sebagai negara terbesar di ASEAN, Indonesia layak memainkan peran sebagai jangkar geopolitik kawasan.
”Indonesia kini menjadi tempat bertemunya kepentingan berbagai negara. Itu merupakan cerminan kepemimpinan yang memiliki visi serta mampu memperkuat posisi Indonesia di tingkat global,” pungkasnya. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,