BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Sosial (Dinsos) memperkuat validasi data penerima Bantuan Sosial (Bansos) Stunting Tahun Anggaran 2026.
Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar diterima keluarga yang memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan pemerintah.
Proses verifikasi diawali dengan pemadanan data kasus stunting dari Dinas Kesehatan dengan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).
Dari 1.320 anak stunting yang tercatat pada Juni 2025, ditemukan 118 calon penerima bantuan yang memenuhi syarat dan kemudian diinput ke Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Pada akhir 2025, Dinsos kembali memperbarui data berdasarkan laporan terbaru Dinas Kesehatan.
Hasil pemutakhiran menunjukkan jumlah anak stunting menjadi 1.186 kasus per Desember 2025 dan setelah diverifikasi ulang, sebanyak 102 balita dinyatakan layak menerima bansos stunting tahun 2026 dengan total anggaran Rp244,8 juta.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Heriyanto, menegaskan bahwa validasi dilakukan menggunakan beberapa sumber data untuk menjaga ketepatan sasaran program.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan diterima oleh keluarga yang benar-benar membutuhkan.
”Kami tidak hanya berpatokan pada satu sumber data. Seluruh data penerima kami padankan dengan data kesehatan dan data PKH agar bantuan sosial stunting benar-benar tepat sasaran,” ujar Agus Susetyo Heriyanto.
Agus menjelaskan, bantuan sosial stunting telah disalurkan secara bertahap sebanyak empat kali dalam setahun atau setiap tiga bulan sekali.
Pola penyaluran tersebut diharapkan dapat membantu keluarga penerima manfaat memenuhi kebutuhan gizi anak secara berkelanjutan.
“Skema penyaluran setiap tiga bulan sekali ini dilakukan untuk memastikan bantuan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh keluarga penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan penanganan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, pemerintah desa, pendamping PKH hingga pemangku kepentingan lainnya.
Dengan data yang akurat dan intervensi yang tepat, program ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di Bojonegoro. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,