Wabup Bojonegoro Ajak Media dan Masyarakat Bersama Atasi Persoalan Sosial

BOJONEGORO – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengajak media massa, masyarakat, akademisi, dan seluruh elemen daerah memperkuat kolaborasi dalam menangani berbagai persoalan sosial di Kabupaten Bojonegoro.

Ajakan tersebut disampaikan Nurul Azizah saat menerima penghargaan Penggerak Demokrasi dalam malam Anugerah Penggerak Bojonegoro yang digelar dalam rangka memperingati 15 tahun perjalanan blokBojonegoro.

Kegiatan tersebut berlangsung di D’Konco Cafe, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (7/8/2026).

Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap kiprah sejumlah tokoh dan pihak yang dinilai turut memberikan kontribusi dalam mendorong kemajuan Bojonegoro di berbagai bidang.

Dalam kesempatan tersebut, Nurul Azizah menyampaikan salam dari Bupati Bojonegoro yang tidak dapat hadir karena bersamaan dengan agenda penetapan KUA-PPAS APBD di Gedung DPRD Bojonegoro.

Ia juga mengapresiasi kontribusi media dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Menurutnya, media tidak hanya berperan sebagai sumber informasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi publik antara pemerintah dan masyarakat.

“Blok Bojonegoro selalu memberikan support terhadap pemberitaan yang ada di Bojonegoro. Maka ini sama dengan memberikan informasi kepada masyarakat terhadap apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” ujar Nurul Azizah.

Ia berharap hubungan dan komunikasi yang telah terjalin antara pemerintah daerah dan insan media dapat terus diperkuat sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan sinergi ini bisa memberikan kemanfaatan bagi kita semuanya,” tambahnya.

Soroti Persoalan Sosial

Dalam kesempatan itu, Nurul Azizah turut menyoroti sejumlah persoalan sosial yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah bersama di Bojonegoro.

Salah satunya terkait HIV/AIDS. Nurul Azizah menyebut terdapat 4.251 kasus yang mendapatkan pengobatan melalui rumah sakit maupun puskesmas di Bojonegoro.

Selain itu, ia menyebut terdapat 2.788 kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) maupun depresi yang membutuhkan perhatian serius.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, kata Nurul Azizah, terus berupaya meningkatkan penanganan persoalan tersebut, termasuk melalui rencana pembangunan rumah sakit jiwa.

“Ini juga PR bersama, dan Insya Allah di akhir tahun ini rumah sakit jiwa di Bojonegoro bisa terbangun,” ungkapnya.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah anak tidak sekolah. Nurul Azizah menyampaikan, berdasarkan data awal terdapat 5.610 anak tidak sekolah. Setelah dilakukan proses verifikasi, jumlah tersebut menjadi 5.199 anak.

Data 5.199 anak tidak sekolah tersebut juga tercatat dalam informasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terkait penanganan anak tidak sekolah.

Menurut Nurul Azizah, penyelesaian persoalan sosial tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan media, masyarakat, dunia pendidikan, dan akademisi.

“Mudah-mudahan kolaborasi antara Pemkab, media massa, masyarakat, dan akademisi bisa membuahkan keberhasilan menyelesaikan persoalan-persoalan ini bersama-sama,” katanya.

Anugerah untuk Para Penggerak Bojonegoro

Malam Anugerah Penggerak Bojonegoro turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur H. Budiono serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin.

CEO Blok Media Group, Muhammad Abdul Qohhar, menjelaskan bahwa Anugerah Penggerak merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan apresiasi kepada individu maupun kelompok yang dinilai memiliki kontribusi dalam menggerakkan berbagai sektor di Bojonegoro.

Penghargaan tersebut mencakup sejumlah bidang yang berkaitan dengan kontribusi terhadap masyarakat dan pembangunan daerah.

Menurut Muhammad Abdul Qohhar, penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi para penggerak untuk terus memberikan kontribusi positif bagi Bojonegoro.

“Insya Allah untuk komitmen kami bagi para penggerak,” ujarnya.

Peringatan 15 tahun perjalanan blokBojonegoro sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran media sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah.

Kolaborasi antara pemerintah, media, masyarakat, akademisi, dan berbagai elemen lainnya dinilai penting untuk menghadirkan Bojonegoro yang semakin informatif, terbuka, serta mampu menjawab berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, berbagai persoalan sosial diharapkan tidak hanya menjadi pekerjaan pemerintah, tetapi dapat ditangani secara bersama dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat. (Dj)