SIDOARJO – Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) Sidoarjo terus memperkuat sinergi dengan dunia industri.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan strategis ke Surabaya untuk bertemu Logistics Expert sekaligus praktisi logistik nasional, Iko Sukma, Jumat (12/6/2026).
Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret antara kampus dan pelaku industri.
Delegasi ITICM dipimpin Kepala LPPMKSIB Arvendo Mahardika, didampingi Kepala BAAK Salsabil Fadilah Firdaus serta Kaprodi Teknik Logistik Sutrisno Harianto.
Mereka membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan kurikulum, riset terapan, inkubator bisnis, hingga peningkatan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan pasar kerja.
Arvendo menegaskan bahwa kemitraan dengan praktisi industri menjadi bagian penting dalam menjembatani dunia akademik dan dunia usaha.
“Melalui sinergi ini, kami berharap lahir program riset terapan yang berkelanjutan serta inkubator bisnis logistik yang melibatkan mahasiswa dan dosen secara langsung,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Iko Sukma menilai Indonesia masih membutuhkan lebih banyak tenaga profesional yang memiliki latar belakang akademik di bidang logistik.
Menurutnya, kehadiran Program Studi S-1 Teknik Logistik ITICM menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Kebutuhan SDM logistik saat ini sangat besar dan Program Studi Teknik Logistik ITICM menjadi salah satu jawaban yang tepat,” katanya.
Sementara itu, Kaprodi Teknik Logistik ITICM, Sutrisno Harianto, menyebut masukan dari praktisi sangat penting untuk menjaga kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri.
“Kami ingin mencetak lulusan yang kuat secara teori sekaligus memiliki kesiapan praktik sehingga mampu beradaptasi dengan dinamika dunia logistik,” jelasnya.
Dukungan juga disampaikan Rektor ITICM, Dr. Sudoto. Ia menegaskan bahwa setiap kerja sama harus dibangun atas dasar saling menguntungkan dan berkelanjutan.
“Kerja sama yang baik harus bersifat mutualisme sehingga dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dan terus berkembang di masa depan,” tuturnya.
Menurut Sudoto, hasil kemitraan tersebut nantinya akan diwujudkan melalui program magang, studi banding, dan berbagai kegiatan yang mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja nyata.
“Harapannya, mahasiswa memiliki wawasan industri yang luas, mampu beradaptasi dengan teknologi, dan siap memasuki dunia kerja setelah lulus,” pungkasnya. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,