PAMEKASAN – Pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Muslim, tetapi juga berkaitan erat dengan perhitungan astronomi yang presisi.
Penentuan awal bulan Hijriah didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi dan pengamatan hilal setelah terjadinya konjungsi atau ijtima’.
Dosen Ilmu Falak dan Astronomi Islam UIN Madura, Prof. Dr. H. Achmad Mulyadi, M.Ag., menjelaskan bahwa kalender Hijriah memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Menurutnya, awal bulan baru ditetapkan setelah fase konjungsi dan saat hilal memungkinkan untuk diamati sesuai kaidah astronomi dan syariat.
”Penentuan awal bulan Hijriah selalu berkaitan dengan fenomena astronomi yang dapat dihitung secara ilmiah dan diamati secara empiris. Satu bulan baru dimulai ketika hilal memungkinkan untuk terlihat,” ujar Prof. Achmad Mulyadi.
Berdasarkan hasil hisab, konjungsi akhir Dzulhijjah 1447 H diperkirakan terjadi pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 09.54 WIB.
Saat matahari terbenam di Indonesia pada hari yang sama, posisi hilal sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian dan elongasi yang berbeda-beda di setiap wilayah.
Prof. Achmad menyebut sebagian wilayah Indonesia telah memenuhi Kriteria MABIMS yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah barat Indonesia, sementara beberapa daerah di kawasan timur masih berada di bawah ambang batas.
”Berdasarkan hasil hisab, saat maghrib 15 Juni 2026 hilal Muharram 1448 H telah memenuhi kriteria MABIMS di sebagian wilayah Indonesia. Karena itu, 1 Muharram 1448 H berpotensi ditetapkan pada Selasa, 16 Juni 2026,” jelasnya.
Ia menambahkan, perkembangan ilmu falak modern menunjukkan bahwa agama dan sains dapat berjalan selaras.
Pemanfaatan hisab, rukyat, serta teknologi astronomi modern menjadi bagian penting dalam meningkatkan akurasi penentuan kalender Hijriah.
”Integrasi hisab, rukyat, dan kriteria visibilitas hilal merupakan wujud harmonisasi antara agama dan sains dalam peradaban Islam kontemporer,” pungkasnya. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,