‎MAN 2 Pamekasan Ganti PKL dengan Program Tahfidz, Siswa Digembleng di Pesantren 15 Hari

PAMEKASAN – MAN 2 Pamekasan menjalin kerja sama dengan Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) untuk memperkuat pendidikan karakter dan kompetensi keagamaan siswa.

‎Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program tahfidz Al-Qur’an yang dijadikan pengganti praktik kerja lapangan (PKL) bagi sejumlah peserta didik.

‎Sebanyak tujuh siswa mengikuti pembinaan intensif selama 15 hari di lingkungan IBS PKMKK.

‎Mereka mendapatkan penguatan hafalan Al-Qur’an, tahsin, pembiasaan ibadah, serta pendidikan karakter yang dirancang untuk membentuk generasi unggul secara akademik dan spiritual.

‎Direktur Utama IBS PKMKK, Achmad Muhlis, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki fondasi keislaman kuat.

‎Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian dan kedisiplinan.

‎”Program ini bukan hanya memperkuat hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan pembiasaan nilai-nilai Islami yang penting sebagai bekal masa depan para siswa,” ujar Achmad Muhlis, Rabu (10/6/2026).

‎Muhlis menambahkan, lingkungan pesantren memiliki keunggulan dalam membentuk budaya belajar dan karakter melalui pembiasaan yang berlangsung setiap hari.

‎Ia berharap para siswa dapat membawa manfaat jangka panjang dari pengalaman tersebut, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

‎Sementara itu, Kepala MAN 2 Pamekasan, Mohammad Holis, menegaskan bahwa program tahfidz menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan spiritual.

‎Kerja sama ini juga mendukung visi sekolah dalam mencetak lulusan yang berkarakter dan dekat dengan Al-Qur’an.

‎”Kami ingin peserta didik memiliki kompetensi yang utuh, tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki karakter baik dan kedekatan dengan Al-Qur’an,” tutur Mohammad Holis.

‎Selain meningkatkan kemampuan tahfidz dan tahsin, program ini diharapkan mampu menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, serta akhlak mulia.

‎Pendidikan berbasis Al-Qur’an juga dinilai berkontribusi terhadap kesehatan mental siswa melalui pembiasaan ibadah, pengendalian diri, dan penguatan ketahanan psikologis di tengah tantangan generasi muda saat ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *