BOJONEGOROtimes.Id – Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) Kabupaten Bojonegoro menyoroti masih adanya kesenjangan yang dialami guru madrasah dan sekolah swasta dibandingkan guru pada satuan pendidikan negeri.
Isu tersebut mencakup aspek kesejahteraan, perlindungan profesi, hingga akses pengembangan karier.
Hal ini mengemuka dalam forum FGD yang digelar Fraksi PKB DPRD Bojonegoro bersama pemangku kepentingan pendidikan.
Ketua PIMDA PGMM Bojonegoro, Galih R.A, S.Pd, Gr, menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap guru swasta.
Ia juga dikenal sebagai Sekretaris PW PGMM Jawa Timur sekaligus pengurus pusat bidang IT organisasi tersebut.
Menurutnya, guru madrasah memiliki kontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa secara berkelanjutan.
Namun, kontribusi itu belum sepenuhnya diimbangi dengan kebijakan yang adil dan merata dari pemerintah.
“Guru swasta dan madrasah tidak menuntut perlakuan istimewa,” ujar Galih dalam forum tersebut.
“Kami hanya ingin adanya keadilan, kesetaraan kesempatan, dan penghargaan atas pengabdian kami,” lanjutnya.
Ia menekankan bahwa persoalan ini bukan sekadar ekonomi, tetapi juga menyangkut martabat profesi guru.
PGMM menilai negara perlu hadir lebih kuat dalam memastikan kesetaraan seluruh tenaga pendidik.
Dalam forum FGD tersebut, PGMM memetakan sejumlah persoalan utama yang masih dihadapi guru swasta.
Di antaranya ketimpangan kesejahteraan non-ASN serta proses inpassing yang belum terselesaikan.
Selain itu, akses PPPK yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada masa pengabdian guru juga disorot.
PGMM juga menyoroti minimnya perlindungan hukum dan beban administrasi yang semakin tinggi.
Dari hasil diskusi, PGMM mengajukan beberapa rekomendasi strategis kepada pemangku kebijakan.
Mulai dari peningkatan insentif guru swasta hingga percepatan penyelesaian inpassing secara menyeluruh.
Termasuk penguatan perlindungan profesi serta perluasan akses PPPK yang lebih berkeadilan.
PGMM juga meminta peningkatan dukungan sarana dan prasarana untuk madrasah dan sekolah swasta.
PGMM Bojonegoro mengapresiasi Fraksi PKB DPRD yang telah membuka ruang dialog aspiratif tersebut.
Organisasi ini berkomitmen menyusun dokumen resmi hasil FGD untuk disampaikan ke berbagai pihak terkait.
Harapannya, seluruh masukan dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan yang lebih konkret dan berpihak.
“Perjuangan guru adalah investasi masa depan bangsa yang tidak boleh diabaikan,” tutup Galih. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,