‎TP PKK Bojonegoro Dorong Gayatri dan Penanganan ATS Lewat Kunjungan Terpadu di Sambongrejo

BOJONEGOROtimes.Id – TP PKK Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat dukungan terhadap program pemerintah daerah.

‎Fokus utama meliputi Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

‎Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja terpadu di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang.

‎Kegiatan ini juga dibarengi pembinaan administrasi TP PKK di tingkat desa.

‎“Program ini kami dorong agar berjalan seimbang antara ketahanan pangan dan pendidikan,” ujar Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, dalam sambutannya.

‎Ia menekankan pentingnya pencegahan pernikahan usia anak di lingkungan masyarakat.

‎Menurutnya, potensi desa perlu dikembangkan melalui penguatan produk UMKM.

‎Cantika juga menyoroti pengembangan program Gayatri sebagai penguatan ekonomi keluarga.

‎Ia menyebut program ini bisa dimulai dari skala kecil, sekitar 7 hingga 10 ekor ayam.

‎Model tersebut dinilai lebih mudah diterapkan oleh keluarga di tingkat desa.

‎“Tujuannya untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga,” ujarnya.

‎Sementara itu, TP PKK juga melakukan monitoring ke lansia dan anak PAUD serta TK.

‎Kegiatan ini sekaligus melihat langsung implementasi program di lapangan.

‎Sekretaris TP PKK Bojonegoro, Ginuk Karniati, menekankan pemanfaatan limbah rumah tangga.

‎Ia menyebut pakan ayam dapat diolah dari sisa makanan agar lebih hemat dan efektif.

‎Dinas Pendidikan Bojonegoro juga menyoroti pentingnya penanganan anak tidak sekolah.

‎Kabid Pendidikan Dasar, Agus Anshori, mengajak semua pihak ikut mendorong anak kembali bersekolah.

‎Ia menyebut saat ini daya tampung sekolah di Bojonegoro masih sangat mencukupi.

‎“Kolaborasi masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk menekan angka ATS,” katanya.

‎Melalui kegiatan ini, TP PKK berharap program Gayatri semakin memperkuat ketahanan pangan keluarga.

‎Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pendidikan dan pencegahan pernikahan anak terus meningkat.

‎Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci pembangunan sumber daya manusia di daerah.

‎Target akhirnya adalah terwujudnya generasi Bojonegoro yang sehat, cerdas, dan sejahtera. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *