MADURA – Tokoh Madura yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. Achsanul Qosasi, menyambut positif rencana penambahan layer baru tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT).
Menurutnya, kebijakan tersebut dapat membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk masuk ke sektor usaha yang legal dan lebih tertata.
Achsanul menilai keberadaan layer baru CHT tidak hanya berpotensi meningkatkan kepatuhan industri hasil tembakau, tetapi juga memperluas kontribusi pelaku usaha terhadap penerimaan negara.
Namun, ia menegaskan bahwa persoalan tembakau di Madura membutuhkan solusi yang lebih komprehensif daripada sekadar kebijakan tarif.
“Layer baru CHT adalah langkah baik. Tetapi bagi Madura, jalan keluar dari kemiskinan membutuhkan kebijakan yang lebih besar, yakni KEK Tembakau,” ujar Achsanul.
Menurutnya, tantangan utama sektor tembakau Madura meliputi tata niaga yang belum optimal, lemahnya posisi petani, serta keterbatasan industri rakyat dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Karena itu, ia mendorong pemerintah mempercepat realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura.
Achsanul menjelaskan, konsep KEK Tembakau telah disusun melalui kajian akademik yang melibatkan lima perguruan tinggi di Surabaya dan Madura.
Hasil kajian menunjukkan bahwa pembenahan tata kelola tembakau menjadi salah satu fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Madura.
“KEK Tembakau Madura harus dipercepat. Ini bukan sekadar kawasan industri, tetapi jalan besar untuk menata ekonomi rakyat dari hulu sampai hilir,” tegasnya.
Ia menambahkan, KEK Tembakau dirancang untuk memperkuat seluruh rantai industri, mulai dari petani, industri hasil tembakau rakyat, pembiayaan, pemasaran, hingga pengawasan cukai.
Dukungan terhadap gagasan tersebut juga telah datang dari empat pemerintah daerah di Madura sebagai bentuk komitmen bersama membangun ekonomi yang legal, tertata, dan berkelanjutan.
Kata Kunci SEO: Achsanul Qosasi, KEK Tembakau Madura, Cukai Hasil Tembakau, Layer Baru CHT, Tembakau Madura, Ekonomi Madura, Industri Hasil Tembakau, Guru Besar Unair. (*)

















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,