‎Kemenag Jatim Terbitkan Izin MTs Kyai Mudrikah, Santri Sudah Cetak 206 Buku dan Medali Internasional

SIDOARJO – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur resmi menerbitkan izin operasional MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning melalui Keputusan Kepala Kanwil Kemenag Jatim Nomor 244 Tahun 2026.

‎Penetapan dilakukan di Sidoarjo pada Rabu (20/5/2026) dan menjadi langkah awal hadirnya lembaga pendidikan Islam modern di Madura.

‎Penyerahan keputusan diterima perwakilan IBS PKMKK bersama sejumlah tokoh pendidikan dan pengasuh lembaga.

‎Kehadiran madrasah ini diharapkan menjadi ruang pembinaan generasi yang unggul secara intelektual maupun spiritual.

‎Kabag TU sekaligus Plh Kabid Pendma Kanwil Kemenag Jatim, Syaikhul Hadi, menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik semata.

‎Menurutnya, sekolah juga harus mampu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

‎“Pendidikan hari ini harus menghadirkan ruang yang sehat secara psikologis dan emosional bagi anak-anak,” ujarnya.

‎Karena itu, MTs Kyai Mudrikah didorong menjadi pelopor Madrasah Ramah Anak dan Anti-Bullying.

‎Sebagai bentuk keseriusan, madrasah tersebut telah menyiapkan SOP anti-perundungan serta fasilitas ramah sisabilitas.

‎Konsep pendidikan inklusif itu menjadi bagian dari komitmen menghadirkan layanan pendidikan yang menghargai keberagaman kemampuan siswa.

‎Selain itu, lembaga ini juga membawa pendekatan pembelajaran yang memadukan nilai keislaman, teknologi, dan penguatan karakter.

‎Langkah tersebut dinilai menjadi wajah baru pendidikan madrasah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

‎Meski baru memperoleh izin operasional, MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning telah mencatat sejumlah prestasi internasional.

‎Di antaranya meraih medali emas Thailand International Mathematical Olympiad dan Southeast Asian Mathematical Olympiad di Malaysia.

‎Prestasi lain juga datang dari bidang pencak silat, bahasa asing, dan pengembangan pembelajaran holistik.

‎Capaian tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa madrasah tertinggal dalam bidang sains dan kompetisi global.

‎Gerakan literasi juga menjadi kekuatan utama lembaga ini.

‎Dalam empat tahun terakhir, para santri berhasil menerbitkan 206 buku ber-ISBN melalui penerbit nasional.

‎Direktur Utama IBS PKMKK, Prof. Dr. Achmad Muhlis, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung proses pendirian madrasah tersebut.

‎“Dengan semangat kolaborasi, kami ingin menghadirkan madrasah yang maju, bermutu, dan mampu bersaing di tingkat dunia,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *