‎Antisipasi Ledakan Gas Elpiji, Kodim Lamongan Latih Prajurit dan Persit Gunakan APAR

LAMONGAN – Kodim 0812 Lamongan menggelar sosialisasi keselamatan penggunaan gas elpiji bagi prajurit dan PNS di Aula Kadet Soewoko, Rabu (13/5/2026).

‎Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan kebakaran rumah tangga yang kerap dipicu kelalaian penggunaan tabung gas.

‎Suasana aula tampak penuh perhatian saat peserta mengikuti pemaparan materi dan simulasi langsung dari narasumber.

‎Sosialisasi tersebut bekerja sama dengan PT Multi Timur Jaya Abadi dengan menghadirkan teknisi senior, Eko, sebagai pemateri utama.

‎Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan berbagai risiko yang muncul akibat penggunaan elpiji yang tidak sesuai prosedur.

‎Mulai dari pemasangan regulator, kondisi selang gas, hingga cara mengenali kebocoran dijelaskan secara detail dan mudah dipahami peserta.

‎“Gas elpiji sebenarnya aman jika digunakan dengan benar. Yang berbahaya justru kelalaian pengguna saat mengabaikan tanda-tanda kerusakan atau kebocoran,” ujar Eko saat memberikan materi kepada peserta sosialisasi.

‎Selain teori, peserta juga mendapatkan praktik langsung cara mendeteksi kebocoran menggunakan air sabun.

‎Eko memperlihatkan ciri-ciri tabung dan perlengkapan gas yang harus segera diganti, seperti selang retak, regulator longgar, serta api kompor berwarna merah.

‎Edukasi tersebut mendapat respons antusias dari peserta yang aktif mengajukan pertanyaan.

‎Beberapa prajurit turut menanyakan perbedaan penggunaan tabung 3 kilogram dan 12 kilogram, cara penyimpanan yang aman, hingga langkah pertama saat terjadi kebakaran kecil di dapur.

‎Pertanyaan dijawab melalui simulasi sederhana agar peserta lebih memahami penanganan situasi darurat.

‎Kegiatan berlangsung interaktif dan diselingi praktik langsung penggunaan alat pemadam api ringan.

‎Pasi Log Kodim 0812/Lamongan Kapten Inf Agus Suparis mengatakan bahwa kegiatan tersebut penting sebagai bekal keselamatan bagi keluarga besar Kodim maupun masyarakat sekitar.

‎Menurutnya, pemahaman tentang bahaya kebakaran harus dimulai dari lingkungan rumah tangga agar risiko musibah dapat diminimalkan.

‎“Prajurit sering terlibat membantu penanganan kebakaran di masyarakat. Karena itu, keluarga prajurit juga harus memahami langkah pencegahan dan penanganannya sejak dini,” kata Kapten Inf Agus Suparis.

‎Ia juga meminta para Babinsa untuk menyampaikan kembali materi yang diperoleh kepada masyarakat di desa binaan masing-masing.

‎Edukasi sederhana tentang penggunaan gas elpiji dinilai sangat penting karena masih banyak warga yang belum memahami standar keamanan penggunaan tabung gas di rumah.

‎Di akhir kegiatan, peserta mengikuti simulasi pemadaman api menggunakan APAR dan karung basah.

‎Suasana semakin cair ketika anggota Persit ikut mencoba memadamkan api sesuai arahan instruktur.

‎Melalui kegiatan ini, Kodim 0812/Lamongan berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan penggunaan gas elpiji semakin meningkat sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak awal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *