BOJONEGOROtimes.Id – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga Kepala Desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) 2026 di Pendopo Malowopati, Rabu (29/4/2026).
Tiga kades yang dilantik yakni Tohir sebagai Kepala Desa Ketileng Kecamatan Malo, Eki Sarifudin Rohmanto sebagai Kepala Desa Kalicilik Kecamatan Sukosewu, dan Sumi sebagai Kepala Desa Purworejo Kecamatan Padangan.
Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forkopimda serta sejumlah pejabat daerah.
Pelantikan ini menjadi bagian penguatan pemerintahan desa di Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah untuk melayani masyarakat, bukan sekadar simbol kekuasaan.
Ia meminta para kepala desa yang baru dilantik dapat bekerja penuh tanggung jawab dan menjaga kepercayaan warga.
“Jabatan ini bukan soal kekuasaan, melainkan amanah dan bentuk pengabdian kepada masyarakat,” tegas Wahono.
Menurutnya, keberhasilan desa ditentukan oleh kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.
Bupati juga mengingatkan pentingnya membangun kembali kebersamaan pasca pelaksanaan PAW agar tidak ada perpecahan di tengah warga desa.
Para kepala desa diminta menjalin sinergi dengan perangkat desa, BPD, dan seluruh masyarakat demi kelancaran pembangunan.
“Tugas pertama adalah membangun harmoni dan merangkul semua pihak demi kemajuan desa,” ujarnya.
Ia berharap suasana kondusif dapat mempercepat pelaksanaan program pembangunan desa.
Selain itu, Wahono meminta pengelolaan Dana Desa dilakukan secara transparan dan akuntabel, terutama karena masa jabatan PAW hanya melanjutkan periode sebelumnya.
Para kepala desa didorong segera menyusun program kerja dan memaksimalkan potensi desa untuk meningkatkan pendapatan asli desa.
“Gunakan Dana Desa dengan bijak dan hindari penyalahgunaan wewenang,” pesan Bupati.
Ia juga mengajak pemerintah desa mendukung program pembangunan dari pemerintah pusat hingga daerah. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,