‎Telur Gayatri Bojonegoro Laris Tiap Jumat, Disnakkan Dorong Ekonomi Peternak Lokal

BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) terus memperkuat ekonomi peternak lokal lewat program Gayatri atau Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri.

‎Salah satu langkah nyatanya ialah membuka penjualan telur Gayatri secara rutin setiap hari Jumat di kantor Disnakkan.

‎Program ini menjadi upaya mendorong pemasaran hasil ternak warga sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi.

‎Sekretaris Disnakkan Bojonegoro, Elfia Nuraini, mengatakan penjualan telur Gayatri disinergikan dengan kegiatan Jumat Asri, kerja bakti, serta gerakan beli telur lokal.

‎Menurutnya, pola ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap produk peternak Bojonegoro.

‎“Penjualan telur Gayatri saat ini tersedia setiap hari Jumat di Disnakkan. Ini kami padukan dengan Jumat Asri dan gerakan beli telur Gayatri agar semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.

‎Elfia menjelaskan, saat ini penjualan yang difasilitasi langsung oleh Disnakkan masih berasal dari penerima program di Kecamatan Kanor.

‎Meski begitu, sejumlah kecamatan lain juga mulai aktif memasarkan telur Gayatri dengan pendampingan petugas teknis setempat.

‎Langkah ini menunjukkan program Gayatri mulai berkembang di berbagai wilayah Bojonegoro.

‎Beberapa kecamatan yang sudah ikut memasarkan telur Gayatri antara lain Margomulyo, Balen, Temayang, Bubulan, Ngasem, Malo, Sekar, dan wilayah lainnya.

‎Selain penjualan rutin hari Jumat, produk telur Gayatri juga tersedia dalam kegiatan car free day setiap Minggu.

‎“Di CFD juga ada produk unggulan peternakan dan perikanan, termasuk telur Gayatri,” jelas Elfia.

‎Tak hanya itu, Disnakkan juga menghadirkan telur Gayatri dalam program Gerakan Pasar Murah (GPM) di sejumlah kecamatan.

‎Harga jual telur mengikuti harga pasar agar tetap terjangkau, namun tetap menawarkan kualitas yang lebih segar.

‎Ke depan, Pemkab Bojonegoro juga menyiapkan dukungan lebih luas agar program ini semakin berkelanjutan.

‎“Elfia menegaskan, ke depan akan ada edaran agar program MBG memanfaatkan telur Gayatri. Selain itu, kerja sama dengan BUMDes juga penting untuk menjaga keberlanjutan pemasaran,” pungkasnya.

‎Program Gayatri diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga mendukung konsumsi protein hewani masyarakat Bojonegoro. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *