‎Cara Mudah Cek Tagihan BPJS Kesehatan, Dibahas Tuntas di SAPA Bojonegoro

BOJONEGOROtimes.Id – Program siaran SAPA (Selamat Pagi) Bojonegoro kembali hadir melalui talkshow interaktif di Radio Malowopati FM, Selasa (07/04/2026).

‎Mengusung tema seputar cara cek tagihan dan pembayaran iuran BPJS Kesehatan, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BPJS Kesehatan Bojonegoro.

‎M. Dwi Riannegara, selaku petugas pemeriksa, memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat.

‎Acara ini dipandu oleh host Lia Yunita dengan suasana interaktif dan edukatif.

‎Dalam pemaparannya, Dwi menjelaskan bahwa masyarakat kini semakin mudah mengecek tagihan BPJS Kesehatan.

‎Terdapat tiga cara utama yang bisa dimanfaatkan, yakni melalui aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA via WhatsApp, dan Call Center 165.

‎Ketiga layanan tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan akses informasi secara cepat dan praktis.

‎“Melalui Mobile JKN, peserta bisa melihat status kepesertaan hingga tagihan iuran berdasarkan Kartu Keluarga,” ujarnya.

‎Selain itu, layanan PANDAWA dinilai sangat membantu karena dapat diakses secara real-time oleh siapa saja.

‎Bahkan, layanan ini tidak terbatas hanya untuk anggota dalam satu Kartu Keluarga.

‎Dwi juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membantu pengguna yang belum terbiasa dengan teknologi.

‎“Pendampingan keluarga sangat diperlukan, terutama bagi lansia agar tetap bisa mengakses layanan BPJS,” jelasnya.

‎Ia juga menjelaskan perbedaan antara peserta mandiri dan peserta yang iurannya ditanggung pemerintah.

‎Hal tersebut dapat dikenali melalui status tagihan yang muncul atau tidak dalam sistem.

‎“Jika transaksi pembayaran gagal, bisa jadi peserta telah dialihkan menjadi penerima bantuan pemerintah,” terangnya.

‎“Namun jika tagihan masih muncul, maka kewajiban pembayaran tetap harus dilakukan,” imbuhnya.

‎Terkait keterlambatan pembayaran, peserta masih diberikan toleransi hingga satu bulan setelah pembayaran terakhir.

‎Namun jika tidak segera dilunasi pada bulan berikutnya, status kepesertaan akan menjadi nonaktif.

‎Dwi mengingatkan bahwa transaksi gagal sama halnya dengan tidak melakukan pembayaran.

‎“Karena itu, penting memastikan pembayaran benar-benar berhasil,” tegasnya.

‎Meski menghadapi kendala pembayaran, masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan.

‎Peserta disarankan untuk berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan solusi.

‎Hal ini menjadi bentuk komitmen BPJS Kesehatan dalam menjamin pelayanan tetap berjalan.

‎Melalui siaran ini, masyarakat diharapkan semakin paham dan disiplin dalam menjaga keaktifan kepesertaan BPJS. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *