BOJONEGOROtimes.Id – DPRD Kabupaten Bojonegoro melalui Komisi A, B, C, dan D menggelar rapat kerja intensif bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (25/3/2026).
Agenda utama rapat ini adalah membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bojonegoro Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.
Selain itu, forum ini juga menjadi ruang evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan program selama satu tahun anggaran.
Rapat kerja dilaksanakan secara terpisah oleh masing-masing komisi sesuai dengan bidang tugasnya.
Setiap komisi menghadirkan OPD mitra kerja untuk menggali informasi secara lebih detail dan mendalam.
Pendekatan ini dilakukan agar pembahasan lebih fokus dan sesuai dengan sektor yang menjadi tanggung jawab komisi.
Dengan demikian, evaluasi yang dihasilkan diharapkan lebih tajam dan tepat sasaran.
Pembahasan LKPJ ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Paripurna DPRD yang telah digelar sebelumnya.
Sekaligus, kegiatan ini menjadi bentuk nyata pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Dalam prosesnya, anggota dewan mencermati berbagai indikator kinerja yang telah dicapai OPD sepanjang tahun 2025.
Mulai dari pelaksanaan program hingga efektivitas penggunaan anggaran menjadi perhatian utama.
Selain capaian kinerja, DPRD juga menyoroti berbagai persoalan yang masih terjadi di lapangan.
Sejumlah kendala dalam pelaksanaan program turut menjadi bahan diskusi antara dewan dan OPD terkait.
Tak hanya itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi isu penting yang terus didorong.
Hal ini dilakukan demi memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang optimal dari pemerintah daerah.
Komisi A yang membidangi pemerintahan dan hukum fokus mengevaluasi kinerja OPD terkait administrasi dan regulasi.
Aspek ketertiban umum dan efektivitas pelayanan pemerintahan turut menjadi perhatian serius dalam pembahasan.
Sementara itu, Komisi B menitikberatkan pada sektor perekonomian daerah.
Pembahasan meliputi pertanian, perdagangan, hingga pengembangan sektor perindustrian.
Di sisi lain, Komisi C menyoroti sektor pembangunan dan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Program pembangunan jalan, jembatan, serta sarana publik lainnya dibahas secara rinci dalam forum tersebut.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target dan memberikan manfaat maksimal.
Sedangkan Komisi D fokus pada sektor kesejahteraan rakyat, termasuk pendidikan dan kesehatan.
Komisi D juga membahas berbagai persoalan sosial kemasyarakatan yang masih menjadi tantangan daerah.
Melalui dialog konstruktif, DPRD dan OPD saling bertukar pandangan untuk mencari solusi terbaik.
Berbagai masukan dan rekomendasi disampaikan sebagai bahan perbaikan ke depan.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas program yang dijalankan pemerintah daerah.
Hasil dari rapat kerja masing-masing komisi akan dibawa ke pembahasan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD.
Rekomendasi yang dihasilkan nantinya menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan strategis daerah.
DPRD berharap evaluasi ini mampu mendorong peningkatan kinerja pemerintah secara menyeluruh.
Sekaligus memperkuat arah pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan di Bojonegoro.
Dengan pembahasan yang komprehensif, LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025 diharapkan memberi gambaran utuh.
Tidak hanya soal capaian, tetapi juga tantangan yang perlu segera ditangani oleh pemerintah daerah.
DPRD Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam mengawal pembangunan demi kepentingan masyarakat.
Evaluasi ini menjadi pijakan penting untuk merumuskan kebijakan yang lebih baik di masa mendatang. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,