Reses DPRD Bojonegoro di Kepohbaru, Abdulloh Umar Fokus Kemiskinan, UMKM dan Waduk Pejok

BOJONEGOROtimes.Id – Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Abdulloh Umar, S.Pd kembali turun langsung ke tengah masyarakat dalam agenda Reses Masa Sidang I Tahun 2026.

‎Kali ini kegiatan dipusatkan di Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru, pada Sabtu (7/2/2026).

‎Momentum tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai kebutuhan di desanya.

‎Antusiasme terlihat dari kehadiran perwakilan 25 desa di kecamatan setempat.

‎Sebagai wakil rakyat dari Fraksi PKB Dapil III yang meliputi Kepohbaru, Baureno dan Kanor, Umar memaparkan perkembangan program pemerintah daerah.

‎Ia juga menjelaskan gambaran kebijakan strategis yang direncanakan berjalan pada tahun 2026.

‎Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui arah pembangunan agar bisa ikut mengawasi.

‎Transparansi dinilai penting supaya program tepat sasaran.

‎Dalam penyampaiannya, Umar menekankan bahwa pemerintah harus terus berinovasi demi kesejahteraan warga.

‎Langkah strategis, katanya, wajib memberi manfaat nyata bagi kehidupan ekonomi masyarakat.

‎Pembangunan tidak boleh berhenti pada berdirinya proyek fisik semata.

‎Namun harus mampu meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

‎“Pembangunan infrastruktur memang penting dan harus terus dilanjutkan. Tapi yang tak kalah penting adalah bagaimana pembangunan itu berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat, pengurangan kemiskinan, dan terbukanya lapangan pekerjaan,” tegasnya.

‎Ia menjelaskan, pembangunan jalan, jembatan, irigasi, pendidikan, kesehatan hingga PJU tetap menjadi perhatian utama pemerintah.

‎Meski begitu, fokus lain yang tidak boleh diabaikan adalah pengurangan angka kemiskinan.

‎Selain itu, peluang kerja baru dan pertumbuhan ekonomi desa juga harus didorong.

‎Penguatan UMKM menjadi salah satu kunci penting.

‎Menurutnya, keberhasilan pembangunan seharusnya tidak hanya terlihat dari bagusnya sarana prasarana.

‎Lebih dari itu, masyarakat mesti merasakan peningkatan kesejahteraan.

‎Kemandirian ekonomi warga menjadi indikator penting keberhasilan pemerintah.

‎Dengan begitu hasil pembangunan benar-benar dirasakan.

‎Pada sesi tanya jawab, warga menyampaikan aspirasi secara lugas dan terbuka.

‎Beragam kebutuhan muncul dari berbagai perwakilan desa yang hadir.

‎Usulan didominasi pembangunan fasilitas umum dan dukungan kegiatan sosial keagamaan.

‎Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh harapan.

‎Permintaan pembangunan musholla, masjid serta madrasah diniyah menjadi salah satu yang paling banyak disuarakan.

‎Warga juga berharap perhatian terhadap lembaga pendidikan formal terus ditingkatkan.

‎Sarana belajar yang memadai dinilai penting untuk masa depan generasi muda.

‎Hal itu dianggap investasi jangka panjang desa.

‎Selain pendidikan, sektor pertanian juga menjadi perhatian masyarakat Kepohbaru.

‎Petani membutuhkan bantuan alat mesin pertanian agar produktivitas meningkat.

‎Perbaikan jalan usaha tani dan jembatan penghubung pun turut diusulkan.

‎Termasuk tambahan penerangan jalan lingkungan dan PJU.

‎Organisasi kemasyarakatan, kelompok pemuda serta fasilitas olahraga juga tak luput dari pembahasan.

‎Warga ingin adanya dukungan sarana yang bisa menunjang aktivitas sosial.

‎Dengan fasilitas yang cukup, pembinaan generasi muda diharapkan lebih maksimal.

‎Kebersamaan masyarakat pun semakin kuat.

‎Aspirasi lain datang dari para pelaku usaha kecil di desa.

‎Mereka berharap ada bantuan permodalan sekaligus pendampingan usaha.

‎Harapannya, UMKM dapat berkembang dan membuka peluang ekonomi baru.

‎Sehingga pendapatan warga meningkat secara berkelanjutan.

‎Salah satu topik besar yang mencuat adalah rencana pembangunan Waduk Pejok.

‎Usulan ini dinilai sangat strategis bagi masa depan pertanian Kepohbaru.

‎Abdulloh Umar menyebut proyek tersebut layak masuk prioritas.

‎Karena manfaatnya akan dirasakan luas oleh masyarakat.

‎“Waduk Pejok ini dampaknya sangat besar, khususnya bagi pertanian di wilayah timur Kabupaten Bojonegoro yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Saat musim hujan tidak kebanjiran, dan ketika musim kemarau petani tidak kesulitan air,” jelasnya.

‎Umar menilai waduk tersebut bisa menjadi solusi jangka panjang pengelolaan air.

‎Ketersediaan air yang stabil akan memperkuat ketahanan pangan daerah.

‎Petani pun dapat bekerja lebih tenang sepanjang musim.

‎Pada akhirnya kesejahteraan mereka ikut terangkat.

‎Agenda reses itu juga dihadiri jajaran Forpimcam Kepohbaru.

‎Tampak hadir Camat, Danramil, Kapolsek serta Kepala Desa Bumirejo.

‎Ketua MWC NU, tokoh masyarakat dan perwakilan warga turut meramaikan.

‎Kehadiran mereka memperkuat sinergi pembangunan.

‎Melalui pertemuan tersebut, Abdulloh Umar menegaskan tekadnya untuk terus mengawal aspirasi rakyat.

‎Ia berkomitmen memperjuangkan program yang benar-benar berpihak pada kebutuhan warga.

‎Kebijakan daerah, katanya, harus menyentuh sampai tingkat desa. Itulah bentuk tanggung jawab sebagai wakil rakyat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed