BOJONEGOROtimes.Id – Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam peresmian Sarana dan Prasarana SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan ini juga dirangkai dengan peresmian hasil rehabilitasi dan revitalisasi SMA, SMK, serta SLB negeri dan swasta se-wilayah Bojonegoro dan Tuban.
Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas pendidikan.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur penting pemerintahan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimda Kabupaten Bojonegoro, di antaranya Ketua DPRD, Dandim, Kapolres, serta Sekretaris Daerah.
Hadir pula jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Timur dan Cabang Dinas Pendidikan setempat.
Selain itu, kepala SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Bojonegoro dan Tuban turut mengikuti rangkaian acara.
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan sinergi kuat dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan.
Wabup Bojonegoro menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Gubernur Jawa Timur di Bojonegoro.
Ia menegaskan bahwa SMAN 2 Taruna Pamong Praja merupakan satu-satunya SMA Taruna Kepamongprajaan di Indonesia yang berada di Bojonegoro.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur yang selalu menjadi inspirasi kami, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan sekolah ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah besar bagi daerah.
Nurul Azizah juga mengungkapkan bahwa SMA Taruna Pamong Praja di Bojonegoro merupakan sekolah Taruna ke-6 di Jawa Timur.
“Alhamdulillah, Bojonegoro dipercaya menjadi lokasi sekolah Taruna Kepamongprajaan. Ini luar biasa dan sangat membanggakan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya Gubernur Khofifah mendorong agar Bojonegoro segera bersiap mendirikan sekolah tersebut.
“Jika tidak siap, maka akan diambil oleh daerah lain. Alhamdulillah hari ini terwujud,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Wabup Nurul Azizah menyampaikan dampak positif dukungan Pemprov Jatim terhadap pembangunan daerah.
Ia menyebutkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bojonegoro tahun 2025 mengalami kenaikan signifikan.
“IPM naik dari 72,59 menjadi 73,93, tertinggi di Jawa Timur dengan kenaikan 1,37 poin,” ungkapnya.
Peningkatan tersebut menjadi indikator keberhasilan sinergi pendidikan dan pelayanan publik.
Di sektor kesehatan, Nurul Azizah menambahkan bahwa Angka Harapan Hidup masyarakat Bojonegoro juga mengalami peningkatan.
Saat ini, usia harapan hidup naik dari 74 tahun menjadi 75 tahun sesuai arahan Gubernur untuk memberi kemanfaatan nyata bagi masyarakat.
Ia berharap kehadiran SMA Taruna Pamong Praja membawa berkah dan dampak jangka panjang.
“Bahkan kini banyak siswa dari luar pulau yang menempuh pendidikan di Bojonegoro,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa SMA Taruna dikelola langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Ia menyebutkan bahwa Jawa Timur menjadi pelopor SMA Taruna berbasis SMA Negeri di Indonesia.
“Insyaallah, saat ini baru Jawa Timur yang memiliki SMA Taruna Negeri di berbagai daerah,” jelas Khofifah.
Konsep ini dinilai strategis dalam membentuk generasi unggul dan berkarakter.
Gubernur juga memaparkan sebaran SMA Taruna di Jawa Timur.
Di antaranya SMAN 5 Kediri sebagai SMA Taruna Brawijaya, SMA Taruna Malang, SMA Taruna Angkasa Madiun, dan SMA Taruna Madani Bangil.
Selain itu, terdapat SMA Taruna Bhayangkara di Banyuwangi dan kini SMAN 2 Taruna Pamong Praja di Bojonegoro.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar membangun karakter kebangsaan sejak dini,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga meresmikan Asrama Putra serta fasilitas di 52 SMA, SMK, dan SLB se-Bojonegoro dan Tuban.
Sebelumnya, peresmian telah dilakukan di wilayah Malang Raya sebanyak 34 sekolah, serta Pasuruan dan Probolinggo sebanyak 26 sekolah.
“Artinya, kita terus berbenah dan memastikan fasilitas pendidikan semakin layak,” ujarnya.
Fasilitas yang memadai diharapkan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Gubernur menegaskan bahwa sekolah berbasis asrama memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter siswa.
Ia berharap lulusan SMA Taruna menjadi penjaga nilai keindonesiaan, persatuan, dan kebhinekaan.
“Mereka harus menjadi penyambung lidah bagi keindonesiaan dan kenusantaraan,” tegasnya.
Menurutnya, prestasi akademik harus seimbang dengan penguatan karakter kebangsaan. (Prokopim)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,