BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat upaya perlindungan anak melalui program Rumah Ibadah Ramah Anak (RIRA).
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Standardisasi Masjid menuju RIRA yang digelar Dinas P3AKB di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Selasa (23/6/2026).
Program ini diharapkan menjadikan masjid sebagai ruang yang aman, nyaman, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Mewakili Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Sekretaris Daerah Edi Susanto menegaskan bahwa anak merupakan amanah yang harus mendapat perlindungan dan kesempatan berkembang secara optimal.
Menurutnya, masjid memiliki peran strategis sebagai ruang komunal yang dapat mendukung pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi anak-anak.
“Fungsi RIRA menjadi tempat edukasi pembentukan karakter dan jaring pengaman sosial bagi anak,” ujar Edi Susanto saat membacakan sambutan Bupati.
Dalam program tersebut, takmir masjid didorong memenuhi lima standar utama, yakni penyediaan fasilitas yang aman bagi anak, area khusus untuk kegiatan anak, lingkungan bebas kekerasan, penerapan kawasan tanpa rokok, serta peningkatan kapasitas pengurus terkait perlindungan anak.
Standar ini menjadi dasar bagi masjid yang ingin memperoleh predikat Rumah Ibadah Ramah Anak.
Kepala DP3AKB Bojonegoro Ahmad Hernowo mengatakan, program ini merupakan langkah awal untuk menciptakan masjid yang lebih dekat dengan anak-anak.
Ia berharap para takmir yang mengikuti pembinaan dapat menjadi contoh bagi masjid lain di seluruh wilayah Bojonegoro.
“Upayakan anak-anak senang ke masjid dan ini akan menjadi memori indah bagi mereka. Melalui RIRA, kita bentengi iman mereka,” tegas Ahmad Hernowo.
Sementara itu, Ketua PD Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bojonegoro, Hanafi, mengingatkan bahwa masjid memiliki banyak fungsi, mulai dari pusat ibadah hingga pembinaan karakter.
Karena itu, pengurus masjid diminta menciptakan suasana yang ramah dan menyenangkan bagi anak-anak.
“Hari ini kita fokus pada fungsi masjid ramah anak. Menjadi takmir masjid itu jangan serengen atau mudah marah kepada anak-anak,” pesan Hanafi.
Melalui program RIRA, Pemkab Bojonegoro berharap masjid dapat menjadi benteng perlindungan anak dari berbagai pengaruh negatif.
Selain itu, seluruh elemen masyarakat didorong terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan rumah ibadah yang mendukung pendidikan, pembinaan karakter, dan kesejahteraan generasi muda. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,