Pemkab Bojonegoro Bangun 163 Jalan Usaha Tani, Petani Tak Lagi Berat di Ongkos Angkut

BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat sektor pertanian dengan membangun 163 titik Jalan Usaha Tani (JUT) pada tahun 2026.

‎Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), anggaran sebesar Rp31,1 miliar disiapkan demi membuka akses jalan yang lebih layak bagi petani menuju lahan dan hasil panen.

‎Pembangunan JUT ini dirancang untuk benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

‎Fokusnya berada pada jalur pertanian yang sudah lama digunakan petani, bukan membuka jalur baru.

‎Jalan yang dibangun juga harus memiliki lebar minimal 2,5 meter, sehingga bisa dilalui kendaraan pengangkut hasil panen.

‎“Kami ingin memastikan jalan yang dibangun bukan hanya ada di atas kertas, tapi benar-benar fungsional dan bisa dilewati kendaraan,” ujar Yuni Arba’atun, Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro.

‎Program JUT ini merupakan bagian dari Petruk Tani (Pembangunan Infrastruktur Pertanian), salah satu program unggulan Pemkab Bojonegoro.

‎DKPP berharap keberadaan jalan pertanian tersebut mampu menekan biaya angkut, menghemat tenaga petani, serta mempercepat distribusi hasil panen dari sawah ke pasar.

‎Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bojonegoro memberikan prioritas kepada kelompok tani yang belum pernah menerima hibah pada tahun sebelumnya.

‎Kebijakan ini dilakukan agar pembangunan infrastruktur pertanian bisa dirasakan secara adil dan merata hingga ke wilayah yang selama ini minim sentuhan bantuan.

‎“Program ini kami rancang agar manfaatnya menjangkau kelompok tani yang benar-benar membutuhkan, bukan hanya berulang pada penerima yang sama,” jelas Yuni Arba’atun.

‎Bagi Kelompok Tani (Poktan) maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ingin mengajukan pembangunan atau perbaikan JUT, terdapat beberapa persyaratan.

‎Pengajuan harus dilakukan atas nama kelompok, menunjukkan lokasi jalan yang sudah digunakan selama ini, serta memastikan kelompok belum menerima hibah di tahun sebelumnya.

‎Dengan total anggaran mencapai Rp31,143 miliar, pembangunan 163 titik JUT ini bukan sekadar proyek fisik.

‎Lebih dari itu, langkah ini menjadi simbol kehadiran pemerintah di tengah sawah, mendengar kebutuhan petani, dan menguatkan fondasi ekonomi pertanian Bojonegoro menuju masa depan yang lebih sejahtera. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *