Waspada DBD Saat Musim Hujan, Desa Karangsambigaleh Sugio Lamongan Lakukan Fogging Terpadu

LAMONGAN – Memasuki periode curah hujan tinggi, potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Kabupaten Lamongan.

‎Sebagai langkah antisipatif, dilakukan kegiatan fogging massal di Desa Karangsambigaleh, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan pada Minggu (25/01/2026).

‎Aksi ini menyasar kawasan padat penduduk dan titik rawan berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.

‎Kegiatan tersebut disambut antusias oleh warga sebagai bentuk perlindungan dini terhadap penyakit musiman.

‎Pelaksanaan fogging melibatkan sinergi lintas sektor antara Babinsa Koramil 0812/13 Sugio Serma Suwandi, Bhabinkamtibmas Polsek Sugio Aiptu Budi, tenaga kesehatan Puskesmas, serta mahasiswa KKN Universitas Airlangga (UNAIR).

‎Penyemprotan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemukiman, saluran air, hingga area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

‎Kehadiran seluruh unsur ini memperkuat efektivitas kegiatan di lapangan. Kolaborasi tersebut mencerminkan kepedulian bersama terhadap keselamatan warga desa.

‎Serma Suwandi menegaskan bahwa fogging bukan satu-satunya solusi dalam mencegah DBD.

‎Ia menyampaikan bahwa pengasapan hanya bersifat stimulan untuk membunuh nyamuk dewasa.

‎“Kami terus mengingatkan masyarakat bahwa kunci utama pencegahan DBD adalah menjaga kebersihan lingkungan melalui penerapan 3M Plus,” ujar Serma Suwandi.

‎Edukasi tersebut disampaikan langsung kepada warga selama kegiatan berlangsung.

‎Peran mahasiswa KKN UNAIR turut memberi nilai tambah dalam kegiatan ini melalui pendekatan edukatif kepada masyarakat.

‎Mereka aktif memberikan pemahaman tentang sanitasi lingkungan kepada ibu rumah tangga dan pemuda desa.

‎Aiptu Budi menambahkan bahwa kehadiran aparat bertujuan memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.

‎“Kami ingin warga merasa nyaman dan lingkungannya tetap sehat agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu,” katanya.

‎Tenaga kesehatan mengingatkan bahwa fogging tidak mampu membasmi jentik nyamuk secara menyeluruh.

‎Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk disiplin menerapkan langkah 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas.

‎Langkah ini dinilai paling efektif dalam memutus siklus hidup nyamuk penyebab DBD.

‎Sinergi antara aparat, akademisi, dan warga diharapkan menjadi contoh penanganan kesehatan masyarakat berbasis kolaborasi desa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *