GAYATRI hingga Sampah Jadi Sorotan di Semenkidul, TP PKK Bojonegoro Dorong Keluarga Mandiri

BOJONEGOROtimes.Id – TP PKK Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat peran kader dan masyarakat dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah.

‎Langkah tersebut dilakukan melalui Kunjungan Kerja Terpadu dan Pembinaan Administrasi TP PKK di Desa Semenkidul, Kecamatan Sukosewu, Selasa (11/8/2026).

‎Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang melihat langsung berbagai inovasi masyarakat.

‎Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat pengkaderan.

‎Menurutnya, berbagai praktik baik di desa perlu terus dikembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎“Kegiatan ini untuk silaturahmi, melihat langsung praktik baik yang ada di Semenkidul dan mempererat pengkaderan kita,” ujarnya.

‎Salah satu perhatian TP PKK adalah pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah dari kegiatan masyarakat seperti Car Free Day (CFD).

‎Sampah dinilai dapat dipilah dan diolah menjadi produk bernilai ekonomi. “Pilah sampah yang bernilai ekonomi. Di sini ada MAPAK yang mengelola sampah, ini bisa kita inisiasi dari sampah rumah tangga dan dikembangkan menjadi kerajinan,” jelas Cantika.

‎Dalam kesempatan tersebut, Cantika juga menyampaikan hasil Rakernas X TP PKK serta arah transformasi gerakan PKK yang semakin berbasis data.

‎Data mengenai stunting, anak tidak sekolah, pernikahan dini hingga kondisi keluarga menjadi dasar dalam menentukan program yang tepat sasaran.

‎Penguatan administrasi kelembagaan PKK juga terus dilakukan agar pelaksanaan program semakin tertib.

‎Program GAYATRI atau Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri turut menjadi perhatian.

‎Sekretaris II TP PKK Bojonegoro, Anita Andik Sudjarwo, menjelaskan GAYATRI dirancang sebagai gerakan kemandirian keluarga, bukan sekadar pemberian bantuan.

‎“Pengembangan GAYATRI ini merupakan program mandiri, bukan bantuan, guna meningkatkan gizi keluarga,” terangnya.

‎Desa Semenkidul juga memiliki sejumlah potensi lokal yang terus dikembangkan masyarakat.

‎Di antaranya produk teh bunga telang, teh daun kelor, serta olahan jeruk pamelo yang dikemas menjadi minuman khas.

‎Berbagai inovasi tersebut dinilai sejalan dengan semangat PKK dalam mendorong keluarga agar kreatif dan mandiri.

‎Pokja II TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Sri Qomariyah, turut memberikan edukasi tentang pemilahan dan pengelolaan sampah.

‎Masyarakat dikenalkan dengan sampah organik, anorganik, residu, hingga limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

‎“Pemilahan sampah perlu dilakukan sejak dari sumbernya,” jelasnya.

‎Rombongan kemudian meninjau sejumlah lokasi di Desa Semenkidul, mulai dari pos pengumpulan sampah dan komunitas arisan sampah MAPAK hingga sekolah.

‎Kunjungan juga mencakup pengembangan GAYATRI, warga penyandang disabilitas, serta kebun jeruk pamelo.

‎Kegiatan ini menjadi sarana untuk melihat langsung potensi dan kebutuhan masyarakat.

‎TP PKK Bojonegoro berharap berbagai inovasi yang berkembang di Semenkidul dapat terus diperkuat dan ditularkan ke desa lainnya.

‎Kolaborasi antara PKK, pemerintah desa, kader dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan pemberdayaan keluarga.

‎Langkah tersebut sekaligus mendukung keberhasilan program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. (*)