BOJONEGOROtimes.Id – Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro menutup pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi ibu-ibu PKK Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 27–31 Juli 2026, bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi.
Program ini menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Peserta mendapatkan pelatihan praktik mengolah pisang dan labu kuning menjadi aneka produk olahan, mulai dari teknik pengolahan yang higienis hingga pengemasan yang menarik.
Materi disampaikan langsung oleh narasumber dari Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Gading, Kristin Gading.
Selain meningkatkan kualitas produk, peserta juga dibekali strategi agar hasil olahan mampu bersaing di pasar.
”Kami mengajarkan cara pengemasan yang menarik agar produk mereka mampu bersaing. Harapan kami, pelatihan ini menjadi awal lahirnya produk UMKM unggulan dari Desa Kesongo,” ujar Kristin Gading.
Salah seorang peserta, Anita, mengaku pelatihan tersebut membuka peluang baru untuk memanfaatkan hasil panen pisang yang selama ini belum diolah secara maksimal.
Ia kini memahami cara membuat berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Menurutnya, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal untuk menambah pendapatan keluarga melalui usaha rumahan.
”Sekarang saya tahu pisang bisa diolah menjadi berbagai produk yang bernilai jual. Semoga ilmu ini bisa menjadi bekal untuk mengembangkan usaha dan membantu ekonomi keluarga,” kata Anita.
Dan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa pembangunan melalui TMMD tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan melalui pelatihan UMKM menjadi langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.
”Pemberdayaan UMKM, khususnya kelompok perempuan, merupakan kunci menciptakan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan keterampilan ini, masyarakat dapat menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi di desanya,” ungkap Lettu Ckm Purnomo. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,