BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kualitas gizi keluarga.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dalam sarasehan bertema “Membangun Generasi Unggul Dimulai dari Keluarga dengan Konsumsi Protein Asal Hewani untuk Mencegah Stunting”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Malowopati, Selasa (7/7/2026).
Sinergi ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.
Kerja sama tersebut sekaligus menjadi upaya memaksimalkan potensi peternakan dan perikanan yang dimiliki Bojonegoro sebagai sumber protein hewani.
Sumber daya lokal dinilai memiliki peran besar dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.
Dengan demikian, potensi daerah tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan generasi mendatang.
Program ini dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, mengajak seluruh keluarga untuk menjadikan konsumsi protein hewani sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan anak-anak yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing di masa depan.
Edukasi mengenai konsumsi telur, ikan, daging, maupun susu harus terus diperluas hingga ke lingkungan keluarga.
“Investasi yang paling menguntungkan bukan emas ataupun tanah, melainkan memastikan anak-anak memperoleh gizi yang baik. Dari situlah akan lahir generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia,” ujar Cantika.
Pemkab Bojonegoro juga memberikan apresiasi terhadap kemitraan bersama Universitas Airlangga yang telah berjalan selama lima tahun terakhir.
Berbagai program telah dilaksanakan, mulai dari pengembangan populasi ternak unggulan hingga pemantauan status gizi siswa sekolah dasar.
Evaluasi secara berkala dilakukan agar setiap program mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kerja sama tersebut akan terus diperkuat untuk mendukung target penurunan stunting.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Prof. Dr. Lilik Maslachah, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Menurutnya, ketersediaan protein hewani yang aman, sehat, utuh, dan halal menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Program peternakan ayam petelur mandiri, budidaya lele, hingga pengembangan ternak domba menjadi bagian dari strategi penyediaan sumber protein lokal.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak awal kehidupan. Ketersediaan protein hewani yang berkualitas menjadi salah satu kunci untuk menciptakan generasi yang sehat dan unggul,” kata Prof. Dr. Lilik Maslachah.
Melalui keterlibatan kader PKK di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga dasawisma, edukasi mengenai pentingnya protein hewani akan terus diperluas kepada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama yang mampu mempercepat penurunan angka stunting.
Dengan sinergi pemerintah, akademisi, dan masyarakat, target mewujudkan Bojonegoro bebas stunting diharapkan dapat tercapai secara berkelanjutan. (Prokopim)
















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,